Bursa Sore: Saham Asia Menguat, IHSG Belum Lepas dari Bayang-bayang MSCI
Thursday, January 29, 2026       16:38 WIB
  • IHSG melemah 1,06% ke level 8.232 pada penutupan Kamis, meski saham-saham big caps menguat.
  • Tekanan masih membayangi IHSG di tengah sentimen negatif pasca peringatan MSCI .
  • Sementara bursa Asia menguat dan investor global beralih ke aset aman seperti emas.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) terkoreksi turun saat akhir perdagangan hari Kamis (29/1). IHSG melambat 88 poin atau -1,06% ke level 8.232.
Volume perdagangan yang terjadi mencapai 972,1 juta lot saham. Volume tersebut menghasilkan nilai transaksi Rp66,62 triliun.
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Indeks sektor konsumer primer paling terpuruk, tumbang 4,88%. Saham sektor ini yang melemah di antaranya -5,48%, -3,86%, -2,97%, -2,78%, -2,37%. -2,20%, -1,28%.
Bursa Asia
Sebagian besar pasar saham Asia bergerak menguat pada perdagangan hari Kamis (29/1). Sementara emas kembali mengukir rekor tertinggi baru setelah the Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada rentang 3,5% - 3,75%.
Harga emas batangan naik lebih dari 3% dan menembus angka $5.500 per ons untuk pertama kalinya.
Para investor bereaksi dengan semakin mengurangi kemungkinan pelonggaran kebijakan lebih lanjut hingga April menjadi 26%. Bulan Juni dipandang sebagai periode berikutnya yang paling mungkin dengan peluang pelonggaran 61%.
Investor akan terus memantau perkembangan pasar saham Indonesia setelah indeks acuan Jakarta Composite ( IHSG ) anjlok lebih dari 8% pada hari Rabu menyusul pernyataan dari penyedia indeks MSCI yang memperingatkan potensi penurunan peringkat negara tersebut menjadi status pasar negara berkembang.
Perdagangan dihentikan setelah indeks acuan turun 8% pada hari Kamis, menurut siaran pers dari bursa saham. Sementara rupiah Indonesia sedikit melemah terhadap dolar AS.
Goldman Sachs menurunkan peringkat Indonesia menjadi underweight menyusul ekspektasi penjualan pasif lebih lanjut, kata bank investasi tersebut dalam sebuah catatan yang diterbitkan Kamis seperti dikutip CNBC . Para ahli strategi bank tersebut juga menganggap perkembangan ini sebagai "hambatan yang akan menghambat kinerja pasar."
Bank sentral Singapura mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah pada hari Kamis, sambil memperingatkan risiko kenaikan inflasi dan permintaan karena prospek ekonomi negara kota itu tetap tangguh. Indeks acuan Straits Times negara itu naik tipis 0,19%.
Indeks Saham Asia
Nikkei 225 (Jepang) +0,03% ke 53.375
Topix (Jepang) +0,28% ke 3.545
Shanghai Composite (China) +0,16% ke 4.157
Shenzhen Component (China) -0,30% ke 14.300
CSI300 (China) +0,76% ke 4.753
Hang Seng (Hong Kong) +0,51% ke 27.968
Kospi (Korsel) +0,98% ke 5.221
Taiex (Taiwan) -0,82% ke 32.536
ASX200 (Australia) -0,07% ke 8.927
Asia Currencies
Yen naik 0,01% menjadi 153,40 per USD
SGD drop 0,07% menjadi 1,2638 per USD
AUD melaju 0,30% ke posisi 0,7062 per USD
Rupiah melorot 0,20% menjadi 16.755 per USD
Rupee drop 0,18% ke 91,9525 per USD
Yuan melaju 0,03% ke 6,9462 per USD
Ringgit turun 0,26% ke 3,9305 per USD
Baht melemah 0,35% ke 31,222 per USD
Bursa Eropa
Pasar saham Eropa dibuka ke zona hijau pada perdagangan hari Kamis (29/1), karena para trader fokus pada sejumlah laporan pendapatan dari beberapa perusahaan terbesar di Eropa.
Indeks acuan pasar saham Eropa, Stoxx 600 naik 0,35% tak lama setelah pukul 8:00 pagi di London (3:00 pagi ET) menyusul penurunan pada hari sebelumnya.
Indeks FTSE Inggris dibuka 0,28% lebih tinggi, sementara DAX Jerman
turun 0,56%. Sedangkan Indeks CAC 40 Prancis naik 0,64% dan FTSE MIB Italia
naik 0,43%.
Pasar AS juga fokus pada musim laporan keuangan. Laporan pendapatan Apple akan dirilis Kamis sore setelah penutupan pasar. Mastercard, Caterpillar, dan Lockheed Martin juga akan mengumumkan hasil keuangan mereka.
Oil
Harga minyak menanjak naik pada trading hari Kamis (29/1) sore seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa AS mungkin akan melakukan serangan militer terhadap Iran, yang dapat mengganggu pasokan dari kawasan tersebut.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik 94 sen menjadi $69,34 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 92 sen ke harga $64,13 per barel.
Iran adalah produsen terbesar keempat di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak ( OPEC ) dengan produksi 3,2 juta barel per hari.
Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk menyerang pasukan keamanan dan para pemimpin Iran guna menggulingkan rezim saat ini, demikian laporan Reuters pada hari Kamis, mengutip sumber-sumber AS yang mengetahui diskusi tersebut.
"Faktor pendorong utama harga minyak tetaplah premi risiko geopolitik seputar Iran dan Timur Tengah, meskipun pemadaman listrik yang tidak terencana di Kazakhstan dan AS (Badai Musim Dingin Fern) juga berdampak sementara," kata Suvro Sarkar, kepala tim sektor energi DBS Bank seperti dikutip Reuters.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin