Bursa Sore: Saham Asia Tertahan Fluktuasi Pasar Surat Utang, IHSG Berbalik Naik
Friday, October 02, 2026       16:44 WIB
  • IHSG finis naik 27 poin (+0,46%) ke posisi 6.036.
  • Sektor teknologi melaju terkuat naik 1,51% ditopang saham , , , .
  • Harga minyak turun karena pasar kembali fokus pada sinyal pemulihan pasokan.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) rebound di sesi sore perdagangan hari Jumat (2/10) setelah redup di sesi I. IHSG finis naik 27 poin (+0,46%) ke posisi 6.036.
Volume perdagangan yang tercatat mencapai 1,2 miliar lot saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp11,7 triliun.
Sektor teknologi melaju terkuat naik 1,51% ditopang saham , , ,
Industri menjadi sektor terlesu setelah drop 1,70% dilemahkan saham-saham antara lain , , .
Saham top gainers LQ45: , , , , , , .
Saham top losers LQ45: , , , , , , .
Bursa Asia
Saham-saham Asia mix pada hari Jumat (2/10) sore karena investor menghadapi fluktuasi tajam di pasar obligasi.Sementara peningkatan pengerahan militer AS di kawasan Teluk menjaga harga minyak tetap tinggi dan mempertahankan risiko inflasi.
Data nonfarm payrolls (data ketenagakerjaan sektor non-pertanian) AS akan dirilis hari ini. Perkiraan pasar terjadi penambahan 90.000 lapangan kerja di bulan September. Sementara tingkat pengangguran diperkirakan stabil di angka 4,1%.
Angka yang kuat dapat memicu kembali spekulasi mengenai kenaikan suku bunga kedua oleh Federal Reserve bulan ini. Juga akan kembali mendorong kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).
"Dengan The Fed yang kini sangat berfokus pada inflasi dan tekanan harga, data upah yang kuat bisa sangat berpengaruh terhadap suku bunga AS, obligasi Treasury, dan nilai tukar dolar AS," ujar Chris Weston, kepala riset di Pepperstone.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 5,2495%, setelah sempat turun 6 basis poin semalam--mereda dari level tertinggi dalam 24 tahun di angka 5,3445%. Aksi jual besar-besaran akhirnya menarik kembali sebagian pembeli ke pasar.
Gejolak juga terjadi pada pasar obligasi Eropa, di mana imbal hasil obligasi Prancis mencapai level tertinggi dalam 14 tahun. Kemungkinan turut mendorong aliran dana ke aset aman (safe-haven) seperti Treasuries AS, dolar AS, dan franc Swiss.
Kekhawatiran fiskal di Prancis mendorong selisih antara imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dan Jerman hingga melampaui 140 basis poin. Lebar selisih terbesar sejak 2012. Hal tersebut mengguncang pasar saham Eropa dan menekan nilai tukar euro secara signifikan.
Di Asia, indeks MSCI yang mencakup saham-saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,3% dan berada di jalur penurunan mingguan sebesar 1,5%. Pasar saham Tiongkok daratan tutup hingga Rabu pekan depan karena hari libur nasional.
Indeks Saham Asia
Indeks Nikkei225 (Jepang) -0,94% ke 68.309
Indeks Topix (Jepang) -0,99% ke 4.091
Hang Seng (Hong Kong) -2,60% ke 23.972
Indeks Kospi (Korsel) +0,46% ke 7.003
Taiex (Taiwan) +0,25% ke 48.475
S&P/ASX200 (Australia) +0,79% ke 8.682
Asia Currencies
Yen up 0,30% menjadi 157,61 per USD
SGD naik 0,14% menjadi 1,2787 per USD
AUD naik 0,17% ke posisi 0,6943 per USD
Rupiah melaju 0,47% menjadi 17.882 per USD
Rupee drop 0,50% ke 96,3087 per USD
Yuan up 0,02% ke 6,7064 per USD
Ringgit menguat 0,05% ke 4,0830 per USD
Baht naik 0,37% ke 33,5390 per USD
Bursa Eropa
Market saham Eropa naik tipis pada hari Jumat (2/10) setelah mengalami aksi jual tajam akibat gejolak di pasar obligasi. Di sisi lain investor menantikan data inflasi zona euro dan laporan ketenagakerjaan AS untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneter.
Indeks pan-Eropa, STOXX 600 naik 0,4% ke level 629,18 poin.
Saham perbankan Eropa mencatatkan kinerja mingguan terburuk sejak April, tertekan oleh kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan menghambat perekonomian. Saham Commerzbank asal Jerman turun 2% setelah RBC menurunkan peringkat saham tersebut dari "outperform" menjadi "sector perform".
Oil
Harga minyak turun pada hari Jumat (2/10) sore karena pasar kembali fokus pada tanda-tanda pemulihan pasokan Timur Tengah. Meskipun kemungkinan ketegangan AS-Iran yang kembali meningkat membatasi penurunan harga.
Harga Brent turun 70 sen menjadi $101,61 per barel. Minyak West Texas Intermediate turun 85 sen menjadi $92,02 per barel.
"Yang menjadi perhatian lebih mendesak adalah ketersediaan dan pergerakan minyak mentah dan produk olahan dari Timur Tengah ke seluruh dunia," kata Priyanka Sachdeva, kepala analis di Phillip Nova.
(reuters/cnbc/bloomberg/idx/AI)

Sumber : admin