- Wall Street menguat: Nasdaq +1,05% dipimpin saham teknologi & AI.
- Sentimen positif datang dari pengembangan AI dan aksi beli saat koreksi.
- Ketidakpastian tarif AS dan dampak AI masih jadi perhatian pasar.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street menguat, Selasa, dengan saham teknologi memimpin keperkasaan seiring kembali meningkatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI), yang mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap potensi disrupsi teknologi tersebut.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 370,44 poin atau 0,76% menjadi 49.174,50, S&P 500 menguat 52,32 poin atau 0,77% ke posisi 6.890,07, dan Nasdaq Composite Index melonjak 236,41 poin atau 1,05% jadi 22.863,68, demikian laporan Reuters dan Investing, di New York, Selasa (24/2) atau Rabu (25/2) pagi WIB.
Pergerakan pasar dalam beberapa pekan terakhir cenderung berfluktuasi tajam akibat spekulasi mengenai dampak AI terhadap berbagai sektor industri. Setelah sempat terkoreksi tajam pada sesi sebelumnya, investor memanfaatkan pelemahan sebagai peluang beli.
"Kita akan memasuki periode di mana pasar akan mengalami beberapa ketidakpastian dan hari ini kita melihat sedikit aksi beli saat harga turun," kata Matthew Keator, Managing Partner Keator Group, perusahaan manajemen kekayaan di Lenox, Massachusetts. "Kita akan melihat pergerakan harian, tetapi secara keseluruhan, masih banyak hal yang belum diketahui mengenai bagaimana AI pada akhirnya akan memberikan nilai tambah atau mengganggu bagi beberapa perusahaan."
Seluruh indeks utama mencatat kenaikan solid, dengan sektor semikonduktor menjadi yang paling unggul. Indeks S&P Software & Services juga melesat 1,3% setelah sebelumnya tertekan.
Sentimen positif datang setelah perusahaan AI, Anthropic, mengumumkan peluncuran sejumlah plug-in baru yang menyasar sektor seperti perbankan investasi dan sumber daya manusia. Produk tersebut dikembangkan bersama mitra seperti Thomson Reuters, Salesforce, dan FactSet.
Saham FactSet melambung 5,9%, sementara saham Thomson Reuters yang tercatat di AS melejit 11,5%. Salesforce juga melompat 4,1% dan menjadi salah satu penguat utama indeks Dow Jones.
Namun demikian, sejumlah sektor lain seperti properti komersial, logistik, dan transportasi sebelumnya mengalami tekanan akibat kekhawatiran bahwa perkembangan AI dapat mengganggu model bisnis tradisional.
"Anthropic sibuk dengan pengumuman bahwa produk mereka akan melakukan semua hal baru dan luar biasa," ujar Robert Pavlik, Manajer Portofolio Senior Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut. "Ini masih tahap awal dalam prosesnya dan tentu saja penerimaan dan penerapan alat-alat ini mungkin masih membutuhkan waktu."
Dari sisi kebijakan moneter, pejabat Federal Reserve turut menyoroti potensi dampak AI terhadap pasar tenaga kerja. Gubernur Fed, Lisa Cook, menyatakan AI berpotensi mendongkrak tingkat pengangguran, sementara Gubernur Christopher Waller menilai dampaknya terhadap pasar tenaga kerja tidak akan terlalu signifikan.
Ketidakpastian juga masih datang dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat, setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar tarif yang sebelumnya diberlakukan Presiden Donald Trump. Kemudian, Trump mengancam akan memberlakukan tarif baru, sehingga menimbulkan tanda tanya terhadap kelanjutan perjanjian dagang yang sudah ada.
"Masih ada pertanyaan tentang kesepakatan yang sudah ada," tutur Pavlik. "Apa yang terjadi dengan kesepakatan itu? Apakah kesepakatan itu masih berlaku?"
Di antara sektor S&P 500, saham consumer discretionary dan teknologi mencatat kenaikan terbesar, sementara sektor kesehatan mengalami penurunan paling dalam.
Saham maskapai dan sektor perjalanan yang sebelumnya terpukul akibat badai musim dingin di wilayah timur laut Amerika, berhasil rebound dengan kenaikan sekitar 2,9%.
Saham Home Depot melesat 2,0% setelah perusahaan melaporkan kinerja kuartal keempat yang melampaui ekspektasi serta mempertahankan proyeksi tahunan.
Sementara itu, Advanced Micro Devices mengumumkan rencana penjualan chip AI hingga USD60 miliar kepada Meta Platforms dalam lima tahun ke depan. Saham AMD melambung 8,8%, sedangkan Meta naik tipis 0,3%.
Saham Keysight Technologies meroket 23,1% setelah memproyeksikan laba kuartal kedua di atas ekspektasi analis.
Secara keseluruhan, saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 2,06 banding 1 di New York Stock Exchange ( NYSE ). Tercatat 464 saham mencetak level tertinggi baru, sementara 159 saham menyentuh level terendah.
Di Nasdaq, sebanyak 3.194 saham menguat dan 1.493 saham melemah, dengan rasio 2,14 banding 1. Indeks S&P 500 membukukan 46 level tertinggi baru dalam 52 pekan dan 13 terendah baru, sementara Nasdaq mencetak 99 tertinggi baru dan 164 terendah baru.
Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 17,06 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 20,29 miliar saham dalam 20 hari terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik Dow
-Salesforce Inc (4,10%)
-International Business Machines (2,67%)
-Apple Inc (2,24%)
Saham berkinerja terburuk
-Unitedhealth Group (-2,97%)
-McDonald's Corporation (-0,45%)
-American Express Company (-0,24%)
Saham berkinerja terbaik S&P 500
-Keysight Technologies Inc (23,05%)
-Advanced Micro Devices Inc (8,77%)
-PayPal Holdings Inc (6,74%)
Saham berkinerja terburuk
-Expeditors International of Washington Inc (-7,22%)
-ONEOK Inc (-5,08%)
-Molina Healthcare Inc (-5,06%)
Saham berkinerja terbaik Nasdaq
-Edesa Biotech Inc (67,96%)
-Rich Sparkle Holdings Ltd (52,93%)
-Brand Engagement Network Inc (40,23%)
Saham berkinerja terburuk
-Lavoro Ltd (-35,86%)
-Dmc Global Inc (-32,95%)
-Shoals Technologies Group Inc (-30,96%)
Sumber : Admin