CARE Akuisisi Kembali RS Kartini Mojokerto Untuk Strategi Ekspansi Luar Jabodetabek
Wednesday, June 24, 2026       14:08 WIB
  • melakukan re-akuisisi RS Kartini Mojokerto dari pihak ketiga sebagai strategi ekspansi di luar Jabodetabek untuk menangkap potensi pasar kesehatan yang lebih besar.
  • membukukan laba bersih Rp5,1 miliar pada 2025 yang diklaim bersifat recurring dan ditopang pertumbuhan pendapatan layanan rawat inap serta rawat jalan.
  • Perseroan optimistis kinerja akan terus membaik didukung penerbitan sukuk untuk pembelian peralatan medis dan peningkatan profitabilitas meski ROA masih di bawah 5%.

Ipotnews - PT Metro Healthcare Indonesia Tbk () menegaskan langkah ekspansi melalui akuisisi kembali Rumah Sakit Kartini Mojokerto sebagai bagian dari strategi memperluas jangkauan layanan kesehatan di luar wilayah Jabodetabek dan mendorong pertumbuhan kinerja jangka panjang.
Manajemen menjelaskan, re-akuisisi RS Kartini Mojokerto dilakukan berdasarkan pertimbangan bisnis yang telah ditetapkan Perseroan. Selama ini, rumah sakit yang dimiliki mayoritas beroperasi di kawasan Jabodetabek, sehingga ekspansi ke Mojokerto dinilai dapat membuka peluang pasar yang lebih besar.
Dalam paparan publik yang diselenggarakan pada 19 Juni 2026 dan diunggah melalui laman IDX, Rabu (24/6), Perseroan menyebut wilayah Mojokerto memiliki jumlah penduduk yang besar dengan tingkat persaingan rumah sakit yang relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain. Adapun pihak penjual dalam transaksi tersebut merupakan pihak ketiga dan bukan pihak terafiliasi.
Selain memaparkan strategi ekspansi, juga menyampaikan bahwa kinerja Perseroan telah menunjukkan perbaikan dengan membukukan laba bersih sebesar Rp5,1 miliar pada 2025. Manajemen menegaskan laba tersebut bersifat berulang (recurring) dan ditopang oleh arus kas operasional yang memadai, bukan berasal dari pos non-operasional seperti pembalikan provisi maupun revaluasi aset.
Menurut Perseroan, perbaikan kinerja terutama didorong peningkatan pendapatan rumah sakit anak usaha yang berasal dari layanan rawat inap (inpatient) dan rawat jalan (outpatient). Kenaikan tersebut juga didukung oleh berbagai program pelayanan serta kegiatan promosi di wilayah sekitar rumah sakit.
menambahkan, penerbitan sukuk yang tengah dilakukan akan memperkuat pengembangan usaha. Sebagian dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk pembelian peralatan medis guna meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan operasional rumah sakit.
Terkait profitabilitas, manajemen menyampaikan target return on assets (ROA) masih mengacu pada sasaran tahun-tahun sebelumnya. Meskipun saat ini ROA Perseroan masih berada di bawah level 5%, optimistis rasio tersebut dapat meningkat seiring pertumbuhan pendapatan dan optimalisasi aset yang dimiliki.
Sementara itu, Perseroan juga memberikan klarifikasi terkait sumber pendapatan holding. Manajemen menyatakan hingga saat ini belum menerima pendapatan management fee dari entitas anak, meskipun salah satu kegiatan usaha yang tercantum dalam Perseroan adalah konsultasi manajemen.
Melalui ekspansi jaringan rumah sakit, peningkatan fasilitas medis, dan penguatan layanan kesehatan, optimistis dapat mempertahankan tren perbaikan kinerja serta meningkatkan kontribusi pendapatan pada tahun-tahun mendatang.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin