- Citi: reli saham AS berlanjut hingga 2026, meski volatil, dengan target S&P 500 7.700.
- Laba makin merata & AI tetap jadi pendorong utama, tak hanya bergantung saham besar.
- Suku bunga lebih akomodatif & stimulus fiskal dinilai menopang pasar saham.
Ipotnews - Bank investasi global, Citigroup, memperkirakan reli pasar saham Amerika Serikat pascapandemi masih akan berlanjut hingga 2026, meski diiringi tingkat volatilitas yang lebih tinggi.
Dalam laporan terbarunya, Citi menyebut prospek ini sebagai "a Persistent But Volatile Bull", mencerminkan keyakinan bahwa fundamental ekuitas tetap solid di tengah tekanan valuasi dan dinamika makroekonomi yang semakin kompleks.
Citi menegaskan bahwa kinerja indeks S&P 500 tidak seharusnya dipandang sebagai cerminan langsung kondisi ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan, demikian laporan Investing, Jumat (2/1).
Analis Citi yang dipimpin Scott Chronert menyatakan Wall Street dan Main Street bergerak dengan faktor pendorong yang berbeda. Menurut mereka, kondisi global masih cukup mendukung pertumbuhan laba di tingkat indeks, meskipun ekonomi domestik menghadapi tantangan tersendiri.
Dalam kerangka proyeksi berbasis laba, Citi menetapkan target dasar S&P 500 pada level 7.700 untuk 2026. Target ini ditopang oleh estimasi laba indeks yang agresif, yakni sekitar USD320 per saham.
Selain skenario dasar tersebut, Citi juga memaparkan skenario optimistis dengan target 8.300, yang mengasumsikan pertumbuhan laba lebih kuat disertai kenaikan valuasi yang moderat. Sementara itu, skenario pesimistis dipatok pada level 5.700, mencerminkan risiko laba yang mengecewakan dan tekanan penurunan valuasi.
Menurut Citi, sejumlah faktor berpotensi menopang valuasi saham saat ini, termasuk kejutan positif pada pertumbuhan laba, kebijakan Federal Reserve yang lebih akomodatif, serta dorongan fiskal yang bersifat ekspansif.
Analis Citi juga melihat pertumbuhan laba tidak lagi terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi sangat besar. Meski peran emiten raksasa masih krusial dalam mencapai target indeks, Citi menekankan pentingnya pelebaran basis pertumbuhan ke saham-saham lain dalam indeks.
Kelompok saham yang dikenal sebagai "Other 492" dinilai telah keluar dari resesi laba pada 2024 dan mampu bertahan dari tekanan tarif pada 2025. Untuk 2026, ekspektasi pertumbuhan laba kelompok ini diproyeksikan meningkat ke kisaran dua digit, menandakan perbaikan fundamental yang lebih merata di pasar.
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tetap menjadi pilar utama dalam pandangan bullish struktural Citi, meski dengan pendekatan yang lebih berhati-hati dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Citi menilai AI bukan sekadar gelembung, namun semakin berada di bawah sorotan seiring meningkatnya intensitas investasi.
Peningkatan produktivitas dipandang sebagai elemen kunci dalam tesis bullish jangka panjang, tetapi kebutuhan pendanaan, tingkat pengembalian investasi, serta dampaknya terhadap pasar tenaga kerja disebut sebagai tantangan nyata.
Menjelang 2026, strategi sektor Citi bersifat selektif. Bank ini memberikan rekomendasi overweight pada sektor Kesehatan, Keuangan, Teknologi Informasi, Energi, dan Material. Sementara itu, sektor Utilitas, Industri, dan Jasa Komunikasi dipertahankan pada posisi netral.
Untuk sektor yang sensitif terhadap permintaan, seperti Consumer Discretionary dan Consumer Staples, Citi mengambil sikap underweight seiring meningkatnya kehati-hatian terhadap prospek konsumsi.
Pada tingkat industri, Citi masih mengunggulkan Semikonduktor, Perangkat Lunak, Perbankan, dan Peralatan Kesehatan. Pilihan ini didasarkan pada prospek pertumbuhan laba, peningkatan produktivitas, serta pengembalian atas modal yang diinvestasikan, bukan semata-mata mengandalkan pemulihan siklikal.
Dari sisi kebijakan moneter, Citi melihat Federal Reserve bergerak menuju posisi suku bunga netral. Inflasi dinilai tidak lagi menjadi kekhawatiran utama dibandingkan kondisi pasar tenaga kerja.
Penurunan suku bunga kebijakan dianggap mendukung pasar saham, meskipun Citi mengingatkan adanya potensi ketegangan antara peningkatan produktivitas dan melemahnya penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, Citi memperkirakan ketidakpastian kebijakan fiskal yang mewarnai 2025 akan mereda. Seiring mendekatnya pemilu paruh waktu, kebijakan fiskal AS diprediksi bergeser ke arah langkah-langkah yang lebih stimulus, yang pada gilirannya dapat memberikan tambahan dukungan bagi pasar ekuitas. (Investing/AI)
Sumber : Admin