Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilego Asing Sepekan
Saturday, September 12, 2026       11:59 WIB

IDXC hannel - Tekanan jual investor asing mewarnai perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini. Investor asing tercatat melakukan net sell Rp2,31 triliun di pasar reguler, seiring IHSG yang terkoreksi 1,43 persen dalam sepekan.

Berdasarkan data perdagangan, PT Bank Central Asia Tbk (

) menjadi saham yang paling banyak dilego investor asing dengan jual bersih (net foreign sell) mencapai Rp1,48 triliun. Dalam sepekan, harga turun 5,60 persen menjadi Rp6.325 per unit.

Posisi berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk (

) dengan net sell sebesar Rp356,30 miliar. Saham terkoreksi 5,76 persen sepanjang pekan dan ditutup di level Rp1.880 per unit.

Selanjutnya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (

) mencatat net sell asing sebesar Rp351,77 miliar. Harga turun 1,56 persen dalam sepekan menjadi Rp3.160 per unit.

Tekanan asing juga terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (

). Saham bank tersebut mencatat net foreign flow negatif sebesar Rp176,67 miliar, dengan kinerja mingguan turun 1,36 persen ke level Rp4.360 per unit.

Kemudian, PT Kalbe Farma Tbk (

) mencatat net sell asing Rp158,80 miliar. Harga saham melemah 5,16 persen menjadi Rp735 per unit.

Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (

) juga masuk daftar teratas dengan net sell Rp115,33 miliar. Dalam sepekan, turun 6,78 persen ke Rp1.100 per unit.

Berikutnya terdapat PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (

) dengan net sell asing Rp112,85 miliar. Saham terkoreksi 2,94 persen menjadi Rp2.640 per unit.

Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (

) mencatat jual bersih asing Rp111,85 miliar, meski harga sahamnya justru naik 0,53 persen sepanjang pekan ke Rp945 per unit.

Lebih lanjut, PT Astra International Tbk (

) mencatat net sell asing Rp78,28 miliar. Harga masih mampu menguat 0,20 persen dalam sepekan menjadi Rp4.910 per unit.

Di sisi lain, PT Indosat Tbk (

) menjadi satu-satunya saham dalam daftar tersebut yang mencatat kinerja mingguan positif cukup jelas. Meski asing melakukan net sell Rp257,71 miliar, harga justru naik 1,67 persen ke Rp2.430 per unit.

Pelemahan IHSG pada pekan ini terjadi setelah indeks sempat menguat 1,82 persen pada pekan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (11/9/2026), IHSG ditutup turun 0,73 persen ke level 6.541,38 dengan nilai transaksi mencapai Rp14,71 triliun.

Menurut Phintraco Sekuritas, kenaikan harga minyak mentah hingga menembus USD100 per barel di pasar spot menjadi salah satu perhatian investor.

Pasar juga akan mencermati keputusan kebijakan moneter sejumlah bank sentral pada pekan depan, yakni Federal Reserve (The Fed) pada 16 September, Bank of England (BOE) pada 17 September, dan Bank of Japan (BOJ) pada 18 September.

Secara teknikal, IHSG masih ditutup di atas MA20. Namun, pada grafik mingguan, MACD masih bertahan di area positif sementara Stochastic RSI membentuk death cross di area overbought.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran 6.450-6.700 pada perdagangan pekan depan. (Aldo Fernando)

Disclaimer : Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor. (TIM RISET IDX CHANNEL)

Sumber: IDX Channel

Sumber : IDX Channel