- Danantara menilai fundamental bank-bank BUMN tetap kuat meski Moody's menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif.
- Perubahan outlook sempat menekan saham , , dan , namun dinilai hanya dipicu sentimen jangka pendek.
- Kinerja operasional dan kondisi keuangan bank BUMN disebut masih solid dan berpotensi mengikuti fundamental dalam jangka panjang.
Ipotnews -- Danantara Indonesia menegaskan kondisi fundamental bank-bank BUMN tetap kuat meskipun lembaga pemeringkat kredit global Moody's Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Pernyataan ini disampaikan menyusul tekanan yang sempat terjadi pada saham perbankan pelat merah setelah pengumuman tersebut.
Moody's sebelumnya merevisi outlook sejumlah emiten bank BUMN sebagai dampak dari perubahan prospek kredit Indonesia. Langkah tersebut merupakan bagian dari afirmasi atas peringkat penerbit (issuer rating) pemerintah Indonesia dalam mata uang lokal dan asing yang berada di level Baa2. Peringkat tersebut masih berada dalam kategori investment grade, namun mencerminkan tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan peringkat yang lebih kuat seperti Baa1 maupun Aaa, seperti dilansir Investor, Rabu (11/2).
Perubahan outlook tersebut sempat menekan saham bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk () tercatat turun ke level Rp3.740, PT Bank Mandiri Tbk () ke Rp4.950, sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk () melemah hingga menyentuh level terendah sepekan di Rp4.470.
Menanggapi kondisi tersebut, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai fundamental bank-bank BUMN tetap berada dalam kondisi yang baik. Dia menyatakan bahwa kinerja operasional dan kondisi keuangan perbankan pelat merah masih menunjukkan tren positif.
Menurut Dony, performa bank-bank BUMN saat ini justru bergerak menuju kondisi yang lebih kuat, didukung pengelolaan yang intensif serta pengawasan yang ketat. Dia menegaskan bahwa secara fundamental, baik , maupun menunjukkan kinerja yang solid.
Sebagai contoh, Dony menyoroti kondisi yang dinilai memiliki fundamental sangat kuat, baik dari sisi aset maupun liabilitas. Ia menambahkan bahwa pengelolaan yang disiplin dan pengawasan yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kinerja bank-bank tersebut.
Lebih lanjut, Dony meyakini bahwa pergerakan harga saham pada akhirnya akan mengikuti kinerja fundamental perusahaan. Oleh karena itu, Dia menilai tekanan yang terjadi di pasar saham lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek, sementara kondisi dasar perusahaan tetap terjaga dengan baik. (AI)
Sumber : Investor