- Penyehatan perusahaan diarahkan bukan sekadar menunda kewajiban, tetapi membangun fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan dengan solusi permanen.
- Waskita diproyeksikan menjadi perusahaan jalan tol kedua setelah Jasa Marga (), dengan prospek pendapatan jangka panjang sebagai basis utama bisnis.
- BP BUMN dan Danantara menekankan restrukturisasi harus menghasilkan struktur keuangan kuat, tata kelola baik, serta model bisnis fokus agar Waskita tumbuh sehat dan berdaya saing.
Ipotnews - Restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk () diarahkan bukan hanya untuk memperpanjang waktu penyelesaian kewajiban atau menunda persoalan yang ada, melainkan membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menjelaskan bahwa proses penyehatan perusahaan harus disusun berdasarkan perhitungan yang realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menghasilkan solusi permanen yang memperkuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajibannya sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
Salah satu arah yang didorong adalah memperkuat fokus pada bisnis jalan tol. Dengan karakteristik bisnis yang memberikan pendapatan jangka panjang, pengelolaan jalan tol dinilai memiliki prospek yang kuat sebagai fondasi bisnis perusahaan.
Namun, sebelum memasuki tahap pengembangan, kondisi keuangan perseroan harus dipastikan sehat sehingga perusahaan memiliki kemampuan memenuhi kewajibannya secara mandiri, memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, serta membuka peluang memperoleh pendanaan, termasuk melalui pasar modal.
"Waskita jadi perusahaan tol kedua setelah Jasa Marga (), itu tidak apa-apa asal dihitung dengan benar," ujar Dony dalam keterangannya, Sabtu (18/7).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan fokus bisnis bukan semata-mata ditentukan oleh besarnya aset yang dimiliki, tetapi harus didukung oleh perhitungan bisnis yang matang, struktur keuangan yang sehat, serta proyeksi usaha yang mampu menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
BP BUMN bersama Danantara akan terus mengawal proses restrukturisasi agar tidak berhenti pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi benar-benar menghasilkan transformasi yang menyeluruh.
"Melalui model bisnis yang lebih fokus, struktur keuangan yang lebih kuat, dan tata kelola yang semakin baik, Waskita diharapkan tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, berdaya saing, serta tidak kembali menghadapi persoalan yang sama di masa mendatang," katanya.
(Marjudin/AI)
Sumber : admin