- IHSG dibuka menguat di level 6.688 (+10 poin), konsisten di atas MA5 dengan sembilan sektor bergerak positif.
- Sentimen domestik mendukung: rupiah menguat ke Rp17.500/USD dan Indeks Keyakinan Konsumen BI naik ke 118,5.
- Rekomendasi saham dari analis IPOT : , , dan dengan strategi Buy
Ipotnews - IHSG kembali dibuka menguat pagi ini, Kamis (10/9), di level 6.688 atau naik 10 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang terkoreksi turun 0,12 persen ke level 6.678. Pelemahan indeks kemarin disertai aksi jual bersih investor asing sebesar Rp621,3 miliar.
Rebound saat opening tersebut memperpanjang tren apresiasi indeks yang selalu terjadi penguatan di awal perdagangan meski pada akhirnya ditutup bervariasi sejak awal pekan ini.
Pada pukul 09.05 WIB, indeks mampu bertahan di zona penguatan bahkan bertambah menjadi 25 poin atau 0,37 persen ke level 6.703. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.704 dan terendah di level 6.684 yang tetap berada di zona hijau.
Sebanyak 309 emiten yang bergerak menguat, 172 emiten melemah dan 482 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 147,2 ribu kali dengan nilai Rp2,36 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp11.715 triliun.
Sembilan sektor menguat dan hanya dua sektor melemah yaitu industri -0,21 persen menjadi 1.742 dan konsumer primer -0,57 persen menjadi 976.
Untuk sektor yang menguat adalah kesehatan 0,82 persen ke level 1.513, properti 0,38 persen menjadi 837, infrastruktur 0,70 persen menjadi 1.948, konsumer non primer 0,27 persen menjadi 730.
Lalu, energi 0,93 persen menjadi 3.504, keuangan 0,05 persen ke level 1.406, teknologi 1,39 persen menjadi 7.086, sektor bahan baku 1,04 persen ke level 1.874, sektor transportasi 0,16 persen menjadi 1.885.
David Kurniawan Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ) mencatat pasar global khususnya dari Bursa Amerika Serikat (AS) dimana ketiga indeks Wallstreet melemah seiring kenaikan harga minyak dan yield obligasi yang juga masih cenderung bergerak naik. Meski harga minyak sebelumnya sempat turun namun kembali meningkat karena ketegangan antara AS dan Iran yang masih berlangsung dan ketidakpastian muncul lagi.
"Memang bagi saham-saham yang berkaitan dengan minyak akan sangat menarik untuk dicermati untuk jangka pendek," kata David dalam sesi IPOT Live.
Dari pasar regional Asia seluruh indeks bergerak koreksi pagi ini, hal ini menjadi salah satu faktor bahwa ada potensi bagi IHSG retrace meski jika dilihat berdasarkan chart dalam beberapa hari terakhir belum ada tanda-tanda pembalikan arah.
Sementara dari pasar domestik tercatat nilai tukar rupiah menguat ke level Rp17.500an per dolar USD yang menjadi kabar baik bagi pasar domestik. Dengan menguatnya rupiah maka dana asing akan masuk ke Indonesia.
Kabar baik berikutnya adalah hasil survei Bank Indonesia (BI) yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia menguat menjadi 118,5 pada Agustus dari 116,8 pada Juli 2026. Kenaikan ini menjadi sentimen yang cukup positif karena masyarakat punya cukup keberanian untuk melakukan spending.
Terkait pola pergerakan IHSG dalam beberapa hari terakhir perdagangan, David melihat bahwa indeks masih konsisten bergerak di atas MA5 semenjak breakout di level 6.500. Meski kemarin sempat melemah mendekati area MA5 namun kemudian ditutup menjauh.
"So far saya belum melihat ada pembalikan arah namun kita harus pantau terus. Hopefully ihsg akan kembali melanjutkan kenaikan karena sentimen dari domestik cukup bagus," katanya.
David juga merekomendasikan saham pilihan yaitu:
strategi Buy (Entry 3.200 Target 3.450 Stop loss 3.100)
strategi Buy (Entry 1.545 I Target 1.650 Stop loss 1.500)
strategi Buy (Entry 6.525 Target 7.000 Stop loss 6.350).
(Marjudin/ AI)
Sumber : Admin