Dorong Pemenuhan Kebutuhan Rumah, BBTN Cetak 863 Pengembang Baru
Sunday, March 29, 2026       10:38 WIB
  • menghasilkan 863 pengembang baru guna meningkatkan kapasitas industri dan memenuhi kebutuhan rumah nasional
  • Program hasil kolaborasi BTN dan ITB ini menggabungkan pembelajaran bisnis properti, akses pembiayaan & business matching di ekosistem perumahan
  • Sektor properti dinilai potensial dan padat karya, dengan investasi Rp1 triliun mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja

Ipotnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () melaporkan bahwa perseroan telah melahirkan 863 pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property sejak 2016-2025. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku industri sekaligus mendorong pemenuhan kebutuhan rumah nasional.
Menurut Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, sepanjang 2025 mampu menambah 71 developer baru dari Batch 23, Batch 24 dan Batch Makassar. Program ini merupakan kolaborasi antara Housing Finance Center (HFC) BTN dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung yang menggabungkan pembelajaran dan simulasi bisnis pengembangan properti.
"Lulusan dari Mini MBA in Property tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan kredit bagi UMKM di kluster perumahan hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN," ujar Hermita dalam siaran pers, Minggu (29/3).
Dia menyebutkan, keberadaan pengembang baru menjadi faktor penting untuk menjawab kebutuhan perumahan, terutama di daerah yang permintaannya masih tinggi. Hermita mengatakan, sektor properti tetap memiliki potensi besar yang didukung berbagai program pembiayaan dan subsidi dari pemerintah. Program Mini MBA in Property akan kembali dibuka melalui Batch 25 mulai 11 April 2026.
Lebih lanjut Hermita menambahkan, sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang luas, karena bersifat padat karya dan didominasi penggunaan bahan lokal. Dia menyebut, setiap Rp1 triliun investasi di sektor ini dapat menciptakan 8.000 lapangan kerja.
Data menunjukkan, sepanjang 2025 alumni program tersebut telah mencatatkan kerjasama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SBM ITB, Donald Crestofel Lantu menyampaikan, program ini dirancang aplikatif dengan total 63 jam pembelajaran tatap muka. Materi yang diberikan mencakup empat pilar utama bisnis properti, yakni Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law, dengan metode studi kasus dan keterlibatan praktisi.
Hermita menegaskan, berkomitmen memperkuat program tersebut sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, yakni tidak hanya fokus pada pembiayaan, namun juga membangun ekosistem perumahan. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, juga menggelar seminar "Property Outlook 2026: Turning Market Insights into Business Opportunities" yang membahas prospek industri. (Budi/AI)

Sumber : Admin