Emas Antam Naik di Pasar Antam Usai Tambahan Cadangan Bank Sentral Asia
Saturday, August 08, 2026       19:39 WIB

AI News - Emas Antam mencatat kenaikan di pasar resmi Antam pada Sabtu 8 Agustus 2026, dengan harga jual Rp 2.690.000 per gram, naik Rp 40.000 dari hari sebelumnya, sementara harga jual di Pegadaian turun menjadi Rp 2.756.000 per gram, turun Rp 31.000. Kenaikan dipicu oleh penambahan cadangan emas oleh bank-sentral di Asia.

Poin Penting

  • Harga jual Antam di pasar Antam: Rp 2.690.000/gram (naik Rp 40.000).
  • Harga jual Antam di Pegadaian: Rp 2.756.000/gram (turun Rp 31.000).
  • Bank Sentral China menambah cadangan emas sebesar 640.000 ons (~20 ton) pada Juli.
  • Harga emas dunia naik 2,41 % ke US$4.341,5 per troy ons.
  • Deutsche Bank memperkirakan harga emas akan mencapai US$4.700 per troy ons pada akhir 2026.

Mengapa Harga Emas Antam di Pasar Antam Menguat Sementara di Pegadaian Turun?


Harga jual Antam di pasar resmi Antam naik menjadi Rp 2.690.000 per gram, sementara Pegadaian mencatat harga jual yang lebih tinggi namun menurun menjadi Rp 2.756.000 per gram. Bloomberg Technoz melaporkan bahwa kenaikan di pasar Antam didukung oleh kenaikan harga buyback Antam sebesar Rp 50.000 menjadi Rp 2.511.000 per gram, mencerminkan daya tarik bagi penjual. Sebaliknya, Kompas mencatat penurunan harga buyback di Pegadaian sebesar Rp 15.000 menjadi Rp 2.460.000 per gram, yang mengurangi insentif bagi pemilik emas untuk menjual di sana. Perbedaan kebijakan harga antara Antam dan Pegadaian, serta variasi dalam penawaran buyback, menjelaskan mengapa kedua pasar bergerak berlawanan pada hari yang sama. Dampaknya, investor harus memperhatikan titik masuk yang berbeda tergantung pada kanal penjualan yang dipilih.

Apa Pengaruh Penambahan Cadangan Emas oleh Bank Sentral Terhadap Harga Emas Global?


Penambahan cadangan emas oleh bank sentral, khususnya China, mendorong permintaan fisik yang signifikan dan berkontribusi pada kenaikan harga global. Bloomberg Technoz mencatat bahwa People`s Bank of China menambah cadangan sebesar 640.000 ons pada Juli, menandai bulan ke-21 berturut-turut penambahan, yang memperkuat tren bullish. Peningkatan tersebut bersamaan dengan kenaikan harga emas dunia 2,41 % menjadi US$4.341,5 per troy ons, menurut data yang sama. Laporan Goldman Sachs, sebagaimana disampaikan oleh Bloomberg Technoz, menegaskan bahwa permintaan bank sentral memperkuat harga, meskipun tekanan jangka pendek tetap ada akibat kebijakan suku bunga dan energi. Oleh sebab itu, aksi akumulasi cadangan oleh otoritas moneter menjadi faktor utama yang mengangkat harga emas di pasar internasional.

Bagaimana Proyeksi Harga Emas Tahun ini Menurut Analis Bank?


Deutsche Bank memperkirakan harga emas akan mencapai US$4.700 per troy ons pada akhir tahun 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar US$4.600. Bloomberg Technoz menyampaikan bahwa analis bank tersebut menilai emas berada dalam fase eksplosif pembentukan harga, didorong oleh akumulasi cadangan bank sentral dan permintaan institusional. Meskipun pasar energi yang lebih rendah dan ekspektasi suku bunga Federal Reserve yang lebih lunak mendukung kenaikan, analis juga mengingatkan bahwa emas tetap aset non-yielding yang dapat tertekan bila suku bunga naik secara signifikan. Proyeksi ini menandakan ekspektasi bullish yang lebih kuat dibandingkan perkiraan sebelumnya, memberi sinyal bagi investor untuk menilai kembali alokasi portofolio mereka terhadap logam mulia. Secara keseluruhan, perkiraan ini mencerminkan kepercayaan bahwa tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik akan tetap mendukung permintaan emas.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News