AI News - Harga emas spot untuk pengiriman Desember 2026 diperdagangkan US$4.232 per ons pada Senin 12 Oktober 2026, mencatat kenaikan 0,37% dari akhir pekan, dipicu klaim gencatan senjata energi antara Rusia-Ukraina serta kesepakatan pasokan diesel Rusia-AS yang menurunkan harga minyak dunia.
Poin Penting
- Harga emas spot Desember 2026 mencapai US$4.232 per ons, naik 0,37% dari akhir pekan.
- Emas menembus level di atas US$4.200 per ons selama tiga sesi berturut.
- Kesepakatan pasokan diesel antara Rusia dan Amerika Serikat mengurangi kekhawatiran inflasi bahan bakar.
- Serangan kelompok Houthi terhadap bandara utama Arab Saudi meningkatkan ketegangan energi di Timur Tengah.
- Investor menantikan data inflasi AS pekan ini yang dapat memengaruhi kebijakan The Federal Reserve.
Apa Faktor Utama yang Mendorong Kenaikan Harga Emas pada Senin 12 Oktober 2026?
Menurut EmitenNews, kenaikan harga emas dipicu oleh kombinasi penurunan harga minyak dunia, kesepakatan pasokan diesel antara Rusia dan Amerika Serikat, serta ekspektasi gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina. Penurunan minyak menurunkan kekhawatiran inflasi, sementara diesel tambahan memperbaiki pasokan bahan bakar, sehingga mengurangi tekanan harga energi. Kontan mencatat bahwa emas spot untuk pengiriman Desember 2026 diperdagangkan pada US$4.232 per ons, naik 0,37% dari akhir pekan, menandai tiga sesi kenaikan beruntun di atas US$4.200 per ons. Karena logam mulia dianggap pelindung nilai terhadap inflasi, investor beralih ke emas, memperkuat tren bullish dan menambah likuiditas di pasar komoditas.
Bagaimana Kesepakatan Pasokan Diesel Rusia-AS Dapat Memengaruhi Ekspektasi Inflasi dan Kebijakan Suku Bunga The Federal Reserve?
Kontan melaporkan bahwa kesepakatan diesel, di mana Rusia akan memasok ratusan ribu ton bahan bakar ke pasar global, menurunkan ekspektasi inflasi bahan bakar di Amerika Serikat. Dengan pasokan diesel meningkat, tekanan pada harga minyak berkurang, yang selanjutnya meredam risiko kenaikan harga konsumen. Penurunan harga minyak yang tercatat dalam laporan EmitenNews memberi sinyal bahwa inflasi umum dapat melambat, sehingga The Federal Reserve berpotensi menahan atau menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang. Data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini akan menjadi penentu akhir, namun pasar saat ini mencerminkan harapan bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif, mendukung permintaan emas sebagai aset safe-haven.
Apa Implikasi Risiko Geopolitik di Timur Tengah terhadap Pasar Energi dan Harga Emas ke Depan?
EmitenNews mencatat bahwa serangan militan Houthi terhadap bandara utama Arab Saudi pada 11 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300, mempertinggi ketegangan di kawasan Teluk. Risiko gangguan suplai minyak akibat konflik dapat mendorong kembali kenaikan harga energi, yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai. Jika pasokan energi terhambat, inflasi energi dapat naik, memaksa bank sentral-termasuk The Fed-mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter, yang biasanya menekan emas; namun ketidakpastian geopolitik sering membuat investor beralih ke logam mulia, sehingga volatilitas harga emas dapat meningkat. Dengan demikian, perkembangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor kunci yang dapat mengubah arah tren emas dalam minggu-minggu mendatang.
Sumber : AI News