AI News - Harga emas spot tetap berfluktuasi tipis di US$4.344,29 per ons pada pukul 01:51 GMT Selasa 22 September 2026, sementara kontrak berjangka AS dipertahankan di US$4.381,80. Investor menahan posisi sambil menunggu komentar pejabat Federal Reserve terkait kebijakan suku bunga yang diproyeksikan tetap tinggi.
Poin Penting
- Harga spot emas: US$4.344,29 per ons (22 September 2026).
- Harga berjangka emas AS: US$4.381,80 per ons.
- Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 % pekan lalu.
- Dolar AS menguat ke level tertinggi dalam delapan pekan terakhir.
- Harga minyak Brent turun 3,2 % ke US$100,14 per barel.
Mengapa Harga Emas Tetap Stabil di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi?
Menurut Kontan, emas tetap berada di kisaran US$4.344,29 per ons karena investor menunggu petunjuk kebijakan lebih lanjut dari Federal Reserve. Tingginya suku bunga mengurangi daya tarik emas sebagai lindung nilai, namun kurangnya data ekonomi minggu ini membuat pasar menahan penurunan. Data spot dan futures pada Selasa 22 September menunjukkan harga spot di US$4.344,29 dan futures di US$4.381,80. Fed baru saja menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 % pekan lalu, menambah ekspektasi kenaikan selanjutnya. Kondisi ini berarti para pelaku pasar kemungkinan akan tetap menunggu pernyataan resmi Fed sebelum mengubah posisi beli atau jual secara signifikan.
Bagaimana Penguatan Dolar AS Memengaruhi Harga Emas Global?
Stockwatch melaporkan bahwa penguatan dolar AS menurunkan harga emas karena logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Fed menaikkan suku bunga acuan ke kisaran 3,75-4,00 % meningkatkan imbal hasil obligasi, yang pada gilirannya memperkuat dolar. Harga spot emas turun 0,8 % menjadi US$4.343,73 per ons, sementara kontrak berjangka jatuh 1 % ke US$4.381,00, seiring dolar mencapai level tertinggi delapan pekan. Penurunan ini menekan permintaan emas luar negeri dan melemahkan momentum penurunan lebih lanjut. Bagi investor internasional, harga emas kemungkinan akan tetap tertekan hingga dolar melemah atau kebijakan moneter melonggarkan.
Apa Implikasi Pergerakan Harga Minyak Terhadap Sentimen Emas?
Stockwatch mencatat bahwa penurunan harga minyak mentah membantu menahan penurunan lebih dalam pada harga emas. Harga Brent turun 3,2 % ke US$100,14 per barel, meredakan ekspektasi inflasi yang biasanya menambah permintaan emas. Penurunan minyak dipicu oleh harapan diplomasi Timur Tengah dan laporan CENTCOM tentang pasokan yang stabil. Dengan tekanan inflasi berkurang, emas tidak mengalami penurunan tajam meski dolar menguat. Artinya, selama harga minyak tetap rendah, emas dapat mempertahankan level stabilnya meski ada faktor-faktor lain yang memberi tekanan.
Sumber : AI News