FTSE Russell Tunda Penambahan Saham Indonesia hingga Desember
Wednesday, August 19, 2026       14:40 WIB
  • FTSE Russell menunda perubahan yang berpotensi meningkatkan bobot saham Indonesia hingga tinjauan Desember untuk menilai efektivitas reformasi pasar.
  • FTSE tetap menjalankan perubahan yang menurunkan bobot atau menghapus saham, termasuk saham berkapitalisasi mikro dan kepemilikan terkonsentrasi mulai 21 September.
  • Langkah ini menyusul MSCI yang juga menunda tinjauan status pasar Indonesia hingga November, sementara IHSG turun 1,2% pada awal perdagangan Rabu.

Ipotnews - FTSE Russell akan menunda sejumlah hingga setidaknya tinjauan Desember. Langkah ini memberikan waktu lebih bagi penyedia indeks tersebut untuk menilai efektivitas reformasi pasar yang dilakukan otoritas bursa.
Laman Bloomberg, Rabu (19/8), melaporkan penyedia indeks global tersebut pada dasarnya menunda revisi yang akan meningkatkan bobot saham Indonesia dalam indeks acuannya. Namun FTSE Russell tetap memungkinkan sejumlah perubahan dalam tinjauan September untuk mengurangi atau menghapus saham dari indeks, menurut pernyataan bertanggal 18 Agustus, kemarin.
FTSE untuk sementara tidak akan menambahkan perusahaan Indonesia yang baru memenuhi syarat, termasuk perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO). FTSE juga menunda pemindahan saham ke kategori berbeda serta peningkatan bobot indeks ketika jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik bertambah.
Namun, FTSE tetap akan menerapkan sejumlah perubahan yang mengurangi bobot saham dalam indeks, termasuk penurunan kategori menjadi saham berkapitalisasi mikro dan pengurangan free float dalam tinjauan September.
FTSE juga akan menghapus saham dengan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi. Penghapusan tersebut akan berlaku sejak pembukaan perdagangan pada 21 September.
Keputusan tersebut menyusul langkah MSCI Inc. pada Juni yang menunda tinjauan status pasar Indonesia hingga November karena membutuhkan waktu lebih lama untuk menilai efektivitas reformasi.
MSCI telah menghapus perusahaan dengan kepemilikan saham yang sangat terkonsentrasi setelah regulator mulai menandai saham-saham tersebut sebagai bagian dari langkah untuk mencegah potensi penurunan status pasar Indonesia.
Indeks saham acuan Indonesia turun sebanyak 1,2% pada awal perdagangan Rabu, sejalan dengan bursa regional, setelah pada sesi sebelumnya ditutup di wilayah bull market. (Bloomberg/AI)


Sumber : admin