GMFI Bukukan Kenaikan Laba Bersih Jadi USD33,95 Juta Sepanjang 2025
Monday, March 30, 2026       15:32 WIB
  • mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD33,95 juta pada 2025, naik dibandingkan USD26,89 juta pada 2024, ditopang kenaikan pendapatan menjadi USD491,88 juta dari USD421,22 juta.
  • Laba sebelum pajak melonjak menjadi USD40,73 juta dari USD24,74 juta pada 2024, meski beban usaha meningkat, seiring efisiensi operasional yang menjaga margin tetap positif.
  • Total aset melonjak menjadi USD812,98 juta per akhir 2025 dari USD424,63 juta, sementara ekuitas berbalik positif menjadi USD114,56 juta setelah sebelumnya defisit USD257,90 juta.

Ipotnews - Emiten perawatan pesawat terbang, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk () berhasil membukukan capaian signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Laporan keuangan perseroan 2025 yang diunggah melalui yang dirilis Senin (30/3), menunjukkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD33,95 juta, melonjak dibandingkan USD26,89 juta pada 2024.
Pendapatan sepanjang 2025 mencapai USD491,88 juta, naik dari USD421,22 juta pada 2024. Beban usaha juga meningkat, terutama dari material dan subkontrak, namun efisiensi operasional menjaga margin tetap positif.
Laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD40,73 juta, dibandingkan USD24,74 juta pada tahun sebelumnya. Laba tahun perjalan perseroan mencapai USD33,96 juta pada tahun lalu, bertambah dari USD26,90 juta.
Dari sisi neraca, total aset konsolidasian per 31 Desember 2025 melonjak menjadi USD812,98 juta, hampir dua kali lipat dari USD424,63 juta pada 2024. Kenaikan terutama berasal dari aset tetap yang meningkat signifikan menjadi USD 470,81 juta.
Total liabilitas tercatat USD698,41 juta, relatif stabil dibandingkan USD682,53 juta pada 2024. Dengan demikian, ekuitas perusahaan berbalik positif sebesar USD114,56 juta, setelah pada 2024 masih defisit USD257,90 juta.
Manajemen melalui pernyataan resmi Direksi menegaskan laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara wajar. Direktur Utama Andi Fahrurrozi bersama Direktur Keuangan Tri Hartono menandatangani pernyataan tanggung jawab tersebut pada 25 Maret 2026.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin