Gangguan Pelayaran Selat Hormuz Membuat Kurs Rupiah Ditutup Stagnan Jelang Libur
Tuesday, March 17, 2026       16:10 WIB
  • Rupiah ditutup stagnan di Rp16.973/USD (17/3) akibat ketidakpastian global dari gangguan pelayaran minyak di Selat Hormuz yang dipicu konflik Iran vs AS-Israel.
  • Perang yang memasuki minggu ketiga dan penutupan jalur Hormuz mendorong kenaikan harga minyak serta membuat pasar waspada terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
  • Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 4,75% untuk menjaga stabilitas di tengah tekanan global akibat konflik Timur Tengah.

Ipotnews - Gangguan pelayaran minyak yang masih berlangsung di Selat Hormuz akibat Perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat membuat kurs rupiah ditutup stagnan menjelang libur Nyepi dan Lebaran 2026.
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa sore (17/3) pukul 15.00 WIB, rupiah akhirnya ditutup stagnan pada level Rp16.973 per dolar AS, sama persis dengan posisi akhir perdagangan Senin sore (16/3) kemarin.
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan kurs rupiah yang stagnan hari ini dipengaruhi ketidakpastian akibat gangguan jalur pelayaran pengiriman minyak bumi di Selat Hormuz.
"Perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel sudah memasuki Minggu ketiga dan belum ada tanda tanda gencatan senjata," kata Ibrahim dalam keterangan resmi audio yang dibagikan kepada sejumlah media, sore ini.
Presiden AS Donald Trump sudah mencoba meminta bantuan kepada sejumlah negara anggota untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun hingga kini jalur pelayaran Selat Hormuz masih tetap ditutup oleh Iran.
"Belakangan pemerintah Iran memperbolehkan kapal tanker dari semua negara yang tidak berhubungan dengan Amerika dan Israel melewati Selat Hormuz," jelas Ibrahim.
Situasi ini membuat kenaikan harga minyak dunia masih terus terjadi. Ini membuat pelaku pasar mewaspadai arah kebijakan moneter Federal Reserve nanti malam. Pelaku pasar memprediksi the Fed akan mempertahankan suku bunga acuan dalam FOMC bulan ini.
"Namun kenaikan harga minyak akibat perang di Timur Tengah membuat pasar menantikan arah kebijakan moneter the Fed ke depan," ungkap Ibrahim.
Di sisi lain, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 16-17 Maret 2026. Dalam keputusan tersebut, BI menahan BI-Rate di level 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, serta suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.
"Langkah BI mempertahankan BI rate adalah untuk mengantisipasi gejolak ekonomi global akibat perang yang terjadi di Timur Tengah," tutur Ibrahim.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin

berita terbaru
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:59 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of ISEA
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:56 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of JECC
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:53 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of IMPC
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:51 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of GDST
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:48 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of GWSA
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:45 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of EURO
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:42 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of FMII
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:40 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of IDPR
Tuesday, Mar 31, 2026 - 18:38 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of FLMC