Gencatan Senjata AS - Iran Berpeluang Perbaiki Kurs Rupiah Dalam Jangka Pendek
Wednesday, April 08, 2026       13:57 WIB
  • Gencatan senjata AS-Iran dapat memperbaiki proyeksi rupiah jangka pendek karena penurunan harga minyak dan ketegangan pasar keuangan global yang mereda.
  • Indonesia sangat sensitif terhadap harga minyak, sehingga penurunan harga minyak dapat mengurangi tekanan inflasi dan kekhawatiran terhadap impor migas dan subsidi energi.
  • Dampak gencatan senjata masih terbatas pada sentimen jangka pendek, belum cukup kuat untuk membalik tren rupiah menjadi penguatan tajam dan berkelanjutan.

Ipotnews - Gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran berpeluang memperbaiki proyeksi rupiah, terutama dalam jangka pendek.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk (), Josua Pardede. "Gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran jelas berpeluang memperbaiki proyeksi rupiah, terutama dalam jangka pendek," kata Josua saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp, Rabu (8/4).
Menurut Josua, tiga sumber tekanan eksternal yang paling menekan rupiah selama perang langsung mereda sekaligus, yaitu harga minyak, permintaan dolar sebagai aset aman, dan ketegangan pasar keuangan global.
"Dampaknya penting bagi rupiah karena Indonesia sangat sensitif terhadap harga minyak," tambah Josua.
Josua juga menjelaskan bahwa penurunan harga minyak global dapat mengurangi tekanan inflasi dan memperbesar risiko penyesuaian harga BBM jika bertahan tinggi.
"Jadi ketika gencatan senjata menurunkan minyak dari kisaran di atas 100 dolar Amerika Serikat menuju area 90-an dolar Amerika Serikat, itu bukan sekadar kabar baik untuk pasar, tetapi juga langsung mengurangi kekhawatiran terhadap impor migas, subsidi energi, inflasi impor, dan kebutuhan menjaga rupiah secara sangat defensif," jelas Josua.
Namun, Josua juga menekankan bahwa besarnya dampak jangan dibaca berlebihan karena kesepakatan ini masih bersifat sementara dan pasar sendiri belum menganggap masalah selesai.
"Perbaikan proyeksi rupiah menurut saya akan lebih besar pada sentimen jangka pendek daripada pada fundamental jangka menengah," tutur Josua.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin