Goldman Sachs Prediksi Harga Emas Capai $5.400 per Ons pada Akhir 2027
Monday, September 21, 2026       02:30 WIB

AI News - Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan mencapai $5.400 per ons pada akhir 2027, meski Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga acuan. Analis Lina Thomas menilai kenaikan suku bunga hanya melambatkan kenaikan harga jangka pendek, sementara tren naik jangka panjang tetap kuat.

Poin Penting

  • Target harga emas Goldman Sachs: $5.400 per ons pada akhir 2027.
  • Harga spot emas pada 20 September 2026 berada di sekitar $4.350 per ons.
  • Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75 %-4,00 %.
  • Pembelian emas oleh bank sentral kini mencapai sekitar 91 ton per bulan, jauh di atas rata-rata 17 ton sebelum 2022.
  • Emas naik 18,96 % YoY dan 1,47 % YTD pada 2026.

Mengapa Goldman Sachs Tetap Optimis Terhadap Harga Emas meski Fed Naikkan Suku Bunga?


Goldman Sachs tetap optimis karena mereka menilai kenaikan suku bunga Fed hanya memperlambat laju kenaikan harga emas dalam jangka pendek, bukan menghentikannya. Menurut Lina Thomas, sebagian besar dampak pengetatan moneter telah tercermin dalam penurunan permintaan ETF, sehingga efek selanjutnya terbatas. Goldman juga menurunkan estimasi nilai wajar emas menjadi $4.650 per ons, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya $4.900, namun tetap di atas harga spot saat ini. Analis tersebut menambahkan bahwa Fed diproyeksikan akan memotong suku bunga tiga kali antara September 2027 dan Maret 2028, yang diyakini akan meredam tekanan inflasi dan mendukung tren naik emas secara bertahap.

Apa Faktor-Faktor Utama yang Menopang Prospek Kenaikan Harga Emas Hingga 2027?


Faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas meliputi akumulasi fisik oleh bank sentral global, upaya de-dolarisasi cadangan devisa, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kontan melaporkan bahwa pembelian emas oleh bank sentral telah meningkat tajam sejak 2022, mencapai level tertinggi dalam dekade terakhir, yang dapat menyumbang hampir seluruh potensi kenaikan sekitar 23 % hingga akhir 2027. Selain itu, ekspektasi pemotongan suku bunga Fed pada akhir 2027-2028 diperkirakan akan menurunkan biaya peluang memegang emas, memperkuat permintaan institusional. Kombinasi faktor struktural ini menegaskan dukungan jangka panjang bagi pasar logam mulia.

Bagaimana Sentimen Pasar dan Risiko Jangka Pendek Mempengaruhi Pergerakan Harga Emas Pasca Kenaikan Suku Bunga Fed?


Sentimen pasar jangka pendek tetap dipengaruhi oleh tekanan seperti imbal hasil Treasury 10-tahun yang menembus 5 %, penguatan dolar AS, serta harga minyak mentah yang berada di atas $103 per barel. Wahyu Laksono menjelaskan bahwa kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak menghasilkan bunga, sementara DXY yang kuat menurunkan daya tarik logam mulia. Lonjakan harga minyak dapat memicu inflasi gelombang kedua, menambah ketidakpastian. Risiko koreksi teknikal juga muncul; jika Fed mengambil sikap lebih hawkish, emas berpotensi turun ke zona support $3.500-$4.000 per ons. Namun, permintaan opsi call yang kuat menunjukkan investor masih mengantisipasi kenaikan harga di tengah volatilitas.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News