Harapan Damai AS-Iran Picu Reli Besar Wall Street, Nasdaq Terbang 2,5%
Friday, June 12, 2026       04:46 WIB
  • Wall Street melejit setelah Trump membatalkan serangan ke Iran.
  • Saham semikonduktor memimpin reli pasar.
  • Investor menanti IPO SpaceX dan rapat the Fed.

Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street melesat, Kamis, didorong meredanya ketegangan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran serta meningkatnya antusiasme investor menjelang debut perdagangan saham SpaceX di Nasdaq.
Ketiga indeks utama Wall Street membukukan kenaikan harian terbesar sejak 8 April, saat Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara yang sempat meredakan kekhawatiran pasar global, demikian laporan  Reuters  dan  Investing,  di New York, Kamis (11/6) atau Jumat (12/6) pagi WIB.
Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melonjak 929,97 poin atau 1,86 persen menjadi 50.848,75. Indeks berbasis luas S&P 500 melompat 127,31 poin atau 1,75 persen ke posisi 7.394,30, sedangkan Nasdaq Composite Index melambung 640,16 poin atau 2,54 persen jadi 25.809,66.
Penguatan tersebut terjadi setelah pasar saham Wall Street sempat mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Indeks S&P 500 mundur dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada awal Juni akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi yang dipicu konflik di Timur Tengah. Bahkan pada sesi Rabu, indeks teknologi S&P 500 secara resmi memasuki fase koreksi.
Sentimen pasar berbalik positif setelah Trump mengumumkan pembatalan serangan terhadap Iran, hanya beberapa jam sebelum operasi militer tersebut diperkirakan berlangsung. Trump kemudian menyatakan Amerika Serikat dan Iran berpeluang menandatangani perjanjian damai paling cepat akhir pekan ini, yang dapat membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Kabar tersebut mendorong investor kembali memburu aset berisiko dan memperpanjang pemulihan pasar setelah aksi jual pada sesi sebelumnya.
Sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor, menjadi motor utama penguatan Wall Street. Indeks PHLX Semiconductor melejit 7,9 persen, mencatat kenaikan harian terbesar sejak April 2025.
Direktur Per Stirling Capital Management, Robert Phipps, menilai reli tersebut juga dipengaruhi faktor teknikal setelah pasar mengalami penurunan yang terlalu cepat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, kondisi pasar telah berada pada area jenuh jual sehingga membuka peluang terjadinya rebound yang kuat. Phipps menilai pergerakan naik dan turun pasar dalam beberapa pekan terakhir berlangsung terlalu cepat dibandingkan kondisi fundamental yang mendasarinya.
Perhatian investor kini tertuju pada debut saham SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat. Perusahaan roket dan teknologi antariksa milik Elon Musk itu menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) USD135 per saham, menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah pasar modal Amerika Serikat.
SpaceX berhasil menghimpun dana sekitar USD75 miliar melalui penjualan 555,56 juta saham. Penawaran tersebut memberikan valuasi perusahaan USD1,77 triliun, sekaligus menjadi valuasi terbesar yang pernah dicapai dalam sebuah IPO.
Chief Executive Officer 50 Park Investments, Adam Sarhan, mengatakan harga penawaran saham hanyalah tahap awal. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana pasar merespons dan menyerap informasi tersebut setelah saham mulai diperdagangkan.
Dia menambahkan, investor perlu memahami jangka waktu investasinya sebelum mengambil keputusan terkait saham teknologi berkapitalisasi besar yang baru melantai di bursa.
Di tengah reli pasar, saham Oracle menjadi salah satu pemberat utama setelah anjlok 8,5 persen. Penurunan terjadi setelah perusahaan perangkat lunak tersebut memproyeksikan belanja modal tahun fiskal 2027 lebih tinggi dari perkiraan analis Wall Street, memicu kekhawatiran terhadap tekanan biaya operasional.
Dari sisi ekonomi, data menunjukkan harga produsen Amerika Serikat sepanjang Mei meningkat lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar. Kenaikan tersebut mendorong laju inflasi tahunan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir dan memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan harga masih belum sepenuhnya mereda.
Data terpisah juga memperlihatkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran meningkat tipis pekan lalu, mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan meski masih relatif solid.
Pelaku pasar kini menantikan hasil rapat kebijakan Federal Reserve pekan depan. Bank sentral AS secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini. Namun, investor telah memperhitungkan kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebelum akhir tahun.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 2,74 banding 1 di NYSE . Terdapat 247 rekor tertinggi baru dan 134 rekor terendah baru di NYSE .
Di Nasdaq, 3.587 saham menguat dan 1.304 saham melemah, di mana jumlah yang naik lebih banyak daripada yang turun dengan rasio 2,75 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 27 rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 15 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite membukukan 167 rekor tertinggi baru dan 144 rekor terendah baru.
Volume transaksi di bursa Wall Street mencapai 21,41 miliar saham, dibandingkan rata-rata 20,7 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (Reuters/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Honeywell International Inc (6,42%)
-Boeing Co (6,03%)
-Caterpillar Inc (4,84%)
Saham berkinerja terburuk
-Salesforce Inc (-2,35%)
-Chevron Corp (-2,10%)
-Microsoft Corporation (-1,77%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-KLA Corporation (12,86%)
-Lam Research Corp (12,65%)
-Micron Technology Inc (11,66%)
Saham berkinerja terburuk
-PTC Inc (-12,48%)
-Oracle Corporation (-8,58%)
-Autodesk Inc (-7,17%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-Gelteq Ltd (200,29%)
-Quhuo Ltd (130,10%)
-Galaxy Payroll Group Ltd (109,51%)
Saham berkinerja terburuk
-NetClass Technology Inc (-86,25%)
-Purple Biotech (-47,97%)
-Big Tree Cloud Holdings Ltd (-46,11%)

Sumber : Admin