Harga Emas Antam Naik Rp2.000 per Gram Jadi Rp2,594 Juta pada Senin 12 Oktober 2026
Monday, October 12, 2026       17:50 WIB

AI News - Pada perdagangan Senin 12 Oktober 2026, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) meningkat Rp2.000 per gram menjadi Rp2,594 juta, sementara harga buyback naik Rp7.000 per gram ke level Rp2,408 juta, memperlebar selisih antara harga jual dan beli.

Poin Penting

  • Harga jual Antam 1 gram: Rp2,594 juta (kenaikan Rp2.000).
  • Harga buyback Antam 1 gram: Rp2,408 juta (kenaikan Rp7.000).
  • Selisih antara harga jual dan buyback: sekitar Rp186 ribu per gram.
  • Harga BSI Gold 1 gram: Rp2,482 juta; Galeri24: Rp2,532 juta; UBS: Rp2,556 juta.

Berapa Besar Selisih Antara Harga Jual dan Harga Buyback Emas Antam setelah Kenaikan?


Menurut CNN Indonesia, selisih antara harga jual Antam sebesar Rp2,594 juta per gram dan harga buyback sebesar Rp2,408 juta per gram berada di kisaran Rp186 ribu per gram. Kenaikan harga jual sebesar Rp2.000 dan buyback sebesar Rp7.000 memperkecil margin relatif dibandingkan selisih sebelumnya, meskipun angka pasti tidak disebutkan. Data ini mencerminkan bahwa penjual masih memperoleh selisih keuntungan yang signifikan ketika membeli kembali emas dari nasabah. Bagi investor, selisih ini menandakan batas keuntungan jangka pendek bila menahan emas hanya untuk dijual kembali pada hari yang sama.

Bagaimana Harga Antam Berposisi terhadap Emas BSI, Galeri24, dan UBS pada Senin 12 Oktober 2026?


EmitenTrust mencatat bahwa pada hari yang sama harga emas Antam sebesar Rp2,594 juta per gram berada di atas harga BSI Gold sebesar Rp2,482 juta, serta di atas harga jual Galeri24 yang berada di Rp2,532 juta. Selain itu, UBS menawar emasnya pada Rp2,556 juta per gram, masih lebih rendah daripada Antam. Perbedaan ini menunjukkan premium yang dimiliki Antam dibandingkan produk kompetitor, kemungkinan dipengaruhi oleh reputasi produsen dan jaringan distribusi resmi. Harga yang lebih tinggi dapat menarik investor yang mengutamakan kualitas dan kepercayaan, namun sekaligus menambah beban biaya bagi pembeli spot.

Apa Dampak Kenaikan Harga Antam bagi Investor Ritel yang Ingin Membeli Emas Spot?


Data yang sama menunjukkan bahwa kenaikan harga jual Antam menjadi Rp2,594 juta per gram memperkecil daya beli investor ritel yang biasanya mengandalkan emas sebagai aset lindung nilai. Meskipun selisih buyback tetap sekitar Rp186 ribu per gram, peningkatan biaya akuisisi mengurangi potensi margin keuntungan jangka pendek bila dijual kembali. Investor harus menimbang antara keinginan untuk memiliki emas fisik dengan biaya tambahan serta peluang keuntungan terbatas dalam siklus perdagangan harian. Oleh karena itu, strategi investasi emas spot pada hari itu cenderung lebih fokus pada tujuan jangka panjang dibandingkan spekulasi harga harian.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News