AI News - Harga emas Antam pada Minggu 13 September 2026 turun menjadi Rp 2.604.000 per gram, menandakan penurunan sekitar 1,25% (sekitar Rp 33.000) sejak awal pekan pada 7 September.
Poin Penting
- Harga emas Antam pada 13/9/2026: Rp 2.604.000 per gram.
- Penurunan mingguan: Rp 33.000 per gram (1,25%) sejak 7 September.
- Harga buyback pada 13/9/2026: Rp 2.454.000 per gram, turun Rp 39.000.
- Kenaikan harian terbesar: +Rp 15.000 pada 10 September.
- Penurunan harian terbesar: -Rp 25.000 pada 11 September.
Mengapa Harga Emas Antam Turun secara Signifikan Selama Sepekan Ini?
Detik melaporkan bahwa penurunan harga disebabkan oleh tekanan jual yang kuat dan volatilitas pasar internasional, sehingga harga emas Antam berpindah dari Rp 2.637.000 pada 7 September menjadi Rp 2.604.000 pada 13 September, sebuah selisih Rp 33.000 atau 1,25%. Kompas menambahkan bahwa pergerakan harian mempertegas tren tersebut, dengan kenaikan tertinggi sebesar Rp 15.000 pada 10 September dan penurunan terburuk Rp 25.000 pada 11 September. Kombinasi penurunan konsisten selama tiga hari pertama pekan serta rebound singkat tidak cukup mengimbangi tekanan jual keseluruhan. Akibatnya, investor menghadapi risiko volatilitas yang lebih tinggi sekaligus peluang membeli pada harga lebih rendah. Pemahaman ini membantu pelaku pasar menyesuaikan strategi entry-exit mereka dalam konteks pergerakan harga yang tajam.
Bagaimana Pergerakan Harga Buyback Antam Mempengaruhi Investor?
Kompas mencatat bahwa harga buyback Antam menurun dari Rp 2.493.000 pada 7 September menjadi Rp 2.454.000 pada 13 September, mengakibatkan penurunan sebesar Rp 39.000 per gram selama seminggu. Penurunan ini berarti penjual emas mendapat nilai tunai yang lebih kecil dibandingkan minggu sebelumnya, yang dapat mengurangi insentif likuiditas bagi investor yang ingin menjual kembali emas batangan. Detik menambahkan bahwa pembelian emas batangan tetap dikenakan PPh 22 sebesar 0,9% sesuai PMK No 34/2017, dan potongan pajak dapat turun menjadi 0,45% bila NPWP dilampirkan, menambah beban biaya bagi penjual. Penurunan harga buyback bersama beban pajak membuat margin keuntungan bagi investor yang mengandalkan penjualan kembali menjadi lebih sempit. Dampaknya, investor mungkin memilih menahan emas lebih lama atau mencari alternatif investasi dengan imbal hasil lebih menarik.
Apa Faktor-Faktor Eksternal yang Memicu Fluktuasi Harga Emas pada Pekan Ini?
Berdasarkan laporan Kompas, pergerakan harga emas Antam dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, kebijakan suku bunga bank sentral, serta dinamika geopolitik yang dapat menimbulkan ketidakpastian pasar. Ketika harga emas dunia mengalami penurunan atau dolar menguat, investor Indonesia cenderung menyesuaikan ekspektasi harga lokal, yang tercermin dalam penurunan harga Antam. Fluktuasi nilai tukar rupiah juga mengubah daya beli internasional terhadap emas, sedangkan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya kesempatan menahan emas sebagai aset non-yielding. Kombinasi faktor-faktor ini memperkuat tekanan jual dan menurunkan harga buyback secara simultan. Oleh karena itu, investor perlu memantau indikator makro tersebut untuk menilai arah pergerakan harga emas selanjutnya.
Sumber : AI News