Harga Emas Bangkit dari Level Terendah Sebulan, Namun Tertahan Kekhawatiran Inflasi
Tuesday, May 05, 2026       10:23 WIB
  • Harga emas rebound setelah menyentuh level terendah lebih dari satu bulan
  • Kenaikan terbatas akibat penguatan dolar AS dan harga minyak yang tinggi
  • Pasar mulai mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed

Ipotnews - Harga emas naik pada Selasa (5 Mei), bangkit dari posisi terendah dalam lebih dari satu bulan yang terjadi pada sesi sebelumnya. Namun, kenaikan ini tertahan oleh tingginya harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi dan membayangi prospek suku bunga Amerika Serikat.
Harga emas spot tercatat naik 0,5 persen menjadi US$4.541,39 per ons pada pukul 10.30 waktu Singapura, setelah sebelumnya sempat turun lebih dari 2 persen ke level terendah sejak 31 Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,4 persen menjadi US$4.550,70.
Menurut Ilya Spivak dari Tastylive, pergerakan harga saat ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah kembalinya sentimen "war trade" yang sempat menekan harga emas pada awal pekan.
Meski demikian, kenaikan emas tertahan karena imbal hasil obligasi dan dolar AS menguat, didorong oleh rebound harga minyak mentah yang kembali memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini biasanya menjadi tekanan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Penguatan dolar AS juga membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Harga minyak mentah jenis Brent tetap bertahan di atas US$113 per barel di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait jalur strategis Selat Hormuz.
Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan peluang suku bunga tetap tinggi. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga tinggi membuat instrumen berimbal hasil lebih menarik sehingga mengurangi daya tarik emas.
Saat ini, pelaku pasar mulai mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Bahkan, pasar melihat peluang 37 persen untuk kenaikan suku bunga pada Maret 2027, dibandingkan sebelumnya yang lebih banyak memperkirakan penurunan.
Ketegangan geopolitik juga meningkat, dengan Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat konflik di kawasan Teluk, termasuk serangan terhadap kapal dan upaya menguasai Selat Hormuz, yang sempat mengganggu gencatan senjata rapuh.
Investor kini menantikan sejumlah data penting dari AS pekan ini, termasuk data lowongan kerja, laporan tenaga kerja ADP, serta data nonfarm payrolls bulan April.
Di pasar logam lainnya, harga perak naik 0,4 persen menjadi US$73,03 per ons, platinum melonjak 1,3 persen ke US$1.970,85, dan paladium menguat 1,2 persen ke US$1.497,91.(Reuters)

Sumber : Admin

berita terbaru
Tuesday, May 05, 2026 - 17:19 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of JRPT
Tuesday, May 05, 2026 - 17:16 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of KOBX
Tuesday, May 05, 2026 - 17:12 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of GLOB
Tuesday, May 05, 2026 - 17:08 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of EPMT
Tuesday, May 05, 2026 - 17:01 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of INCI
Tuesday, May 05, 2026 - 16:57 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of INDR
Tuesday, May 05, 2026 - 16:54 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of JAWA
Tuesday, May 05, 2026 - 16:51 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of DMAS
Tuesday, May 05, 2026 - 16:48 WIB
Financial Statements 1Q 2026 of GGRM