AI News - Analisis terbaru memperkirakan harga emas dunia dapat turun hingga US$ 4.000 per ons menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 16 September 2026, meski pada penutupan 11 September 2026 logam mulia tersebut masih berada di US$ 4.348,93.
Poin Penting
- Harga emas sempat menguat 0,75% pada penutupan Jumat 11 September 2026.
- Imbal hasil obligasi AS 10-tahun mendekati level psikologis 5% pada pekan lalu.
- Bank Sentral China menambah cadangan emas sekitar 650.000 ons (20,2 ton) pada Agustus 2026.
- Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada 16 September 2026 meningkat menjadi 85%.
Mengapa Keputusan Fed Menjadi Penentu Utama Harga Emas?
Keputusan suku bunga The Fed menjadi faktor utama karena langsung memengaruhi nilai dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah yang menjadi alternatif utama emas. Investor.id melaporkan bahwa imbal hasil obligasi 10-tahun AS naik tajam, mendekati level psikologis 5%, sehingga aset tanpa imbal hasil seperti emas kehilangan daya tarik relatif. Ketika Fed mengangkat suku bunga, dolar biasanya menguat, yang selanjutnya menekan harga emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut. Sebagaimana dicatat oleh Kontan, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 16 September 2026 kini sangat tinggi, menegaskan bahwa pasar mengantisipasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Kombinasi dari yield yang lebih tinggi dan penguatan dolar menambah beban penurunan harga emas dalam horizon jangka pendek.
Apa Risiko Penurunan Harga Emas ke US$ 4.000 Berdasarkan Analisis Teknis?
Risiko penurunan harga emas hingga US$ 4.000 timbul karena level resistance teknis di US$ 4.400 per ons belum dapat ditembus secara konsisten. Jika penjual berhasil menembus resistance tersebut, harga diproyeksikan akan menguji support pertama di US$ 4.245 dan selanjutnya US$ 4.102, mengacu pada analisis Kontan. Investor.id mencatat bahwa tren penurunan telah berlangsung tiga minggu berturut-turut, dengan penurunan mingguan sebesar 1,8% dan titik terendah Juni sekitar US$ 3.942 menjadi acuan berikutnya. Dengan demikian, setiap tekanan jual tambahan dapat mendorong harga lebih dekat ke kisaran US$ 4.100 dan selanjutnya US$ 4.000, menjadikan level teknis tersebut titik kritis bagi pasar.
Bagaimana Aktivitas Pembelian Emas oleh Bank Sentral China Mempengaruhi Sentimen Pasar?
Aktivitas pembelian emas oleh Bank Sentral China berperan sebagai penopang harga dengan menambah permintaan fisik pada saat pasar tengah ditekan oleh kebijakan moneter AS. Kontan melaporkan bahwa pada Agustus 2026 bank sentral tersebut menambah cadangan sekitar 650.000 ons (20,2 ton), yang dapat menetralkan sebagian penurunan harga akibat aliran dana ke dolar. Pembelian tersebut juga memperkuat persepsi emas sebagai safe-haven, terutama di tengah ketegangan geopolitik di Rusia-Ukraina dan Timur Tengah yang terus menambah ketidakpastian global. Meskipun demikian, Investor.id menambahkan bahwa tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan potensi pengetatan The Fed tetap menjadi faktor dominan yang dapat menurunkan harga meski permintaan bank sentral meningkat. Dengan dukungan dari bank sentral besar serta faktor geopolitik, pasar emas kemungkinan akan bergerak dalam kisaran lebar di minggu mendatang.
Sumber : AI News