AI News - Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, memperkirakan harga emas XAUUSD akan tetap berada di bawah level resistance US$ 4.355 dan berpotensi menurun ke US$ 4.223 pada Selasa 15 September 2026, sementara spot saat ini diperdagangkan dalam perdagangan di US$ 4.283 per ons.
Poin Penting
- Harga spot emas pada Selasa 15 September 2026 berada di US$ 4.283 per ons, turun 0,36 % hari itu dan 1,86 % dalam seminggu terakhir.
- Level resistance teknikal penting terletak di US$ 4.355 per ons.
- Level support kunci berada di US$ 4.223 per ons, dekat order block dan unfilled order.
- Yield Treasury AS 10-tahun berada di 5,0 %, menambah pressure pada emas.
- Kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah meningkatkan risiko inflasi, yang pada gilirannya memperkuat permintaan safe.
Mengapa Harga Emas Tetap Tertekan oleh Dolar AS dan Treasury Yield?
Karena dolar AS menguat dan yield Treasury 10-tahun tetap tinggi, biaya peluang (opportunity cost) memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil menjadi semakin besar, sehingga permintaan turun. Menurut Kontan, suku bunga Federal Reserve diperkirakan tetap pada level tinggi, memperkuat daya tarik aset berbasis imbal hasil dan menekan emas. Pada saat yang sama, yield Treasury berada di 5,0 %, yang secara historis berbanding terbalik dengan harga emas dan mengurangi insentif investor untuk beralih ke logam mulia. Data tersebut menjelaskan mengapa harga spot berada di US$ 4.283, menurun 0,36 % pada hari itu, dan menandakan tekanan berkelanjutan. Bagi pelaku pasar, kondisi ini berarti risiko lanjutan untuk penurunan harga hingga level support berikutnya.
Bagaimana Level Resistance US$ 4.355 dan Support US$ 4.223 Menentukan Arah Tren Harga?
Resistance di US$ 4.355 berfungsi sebagai batas atas yang belum berhasil ditembus; kegagalan menembus level tersebut melanjutkan tren bearish menuju support di US$ 4.223. Kompas mencatat bahwa selama harga tetap di bawah resistance, peluang penurunan tetap terbuka karena tekanan jual masih dominan. Sebaliknya, jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas US$ 4.355, hal ini dapat menjadi sinyal awal pelonggaran momentum bearish dan membuka peluang rebound. Support di US$ 4.223 berdekatan dengan order block, sehingga reaksi harga di zona ini akan memperjelas apakah tekanan jual berakhir atau berlanjut. Investor harus memantau respons di area tersebut untuk menilai apakah tren turun masih kuat atau berpotensi berbalik.
Apa Implikasi Eskalasi Konflik Timur Tengah terhadap Permintaan Safe Haven Emas?
Eskalasi konflik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian global, yang biasanya mendorong investor beralih ke aset safe-haven seperti emas, menahan penurunan harga meski ada tekanan dari dolar dan yield. Kedua sumber, Kontan dan Kompas, menyebut kenaikan harga minyak sebagai efek samping konflik, yang dapat memicu inflasi lebih tinggi dan membuat bank sentral AS berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter. Karena ekspektasi inflasi tetap tinggi, pasar memproyeksikan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga kuat, memperkuat dolar dan meningkatkan yield, namun sentimen geopolitik dapat menyeimbangkan dinamika ini dengan meningkatkan permintaan emas. Artinya, meskipun tekanan teknikal tetap ada, faktor geopolitik dapat memberikan bantalan yang membatasi penurunan lebih dalam.
Sumber : AI News