AI News - Harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di COMEX tercatat US$ 4.185,40 per ons pada pukul 07.44 WIB, turun 0,12% dibandingkan hari sebelumnya, dan dipengaruhi oleh kekhawatiran inflasi yang muncul setelah konflik di Timur Tengah.
Poin Penting
- Harga emas Desember 2026: US$ 4.185,40/ons pada Selasa 13 Oktober (turun 0,12%).
- Penurunan dipicu kekhawatiran inflasi akibat konflik energi di Timur Tengah.
- Spot senin 12 Oktober ditutup di US$ 4.170,7/ons, turun 0,55% dengan RSI 14-hari 43.
- Target koreksi teknikal berada di kisaran US$ 4.161-4.159, sementara level pivot US$ 4.192 dapat membuka peluang naik ke US$ 4.200-4.206.
Mengapa Harga Emas Turun pada Selasa 13 Oktober?
Harga emas mengalami koreksi karena kekhawatiran inflasi yang muncul berkat konflik meluas di Timur Tengah, yang berpotensi mengganggu pasokan energi dan menekan harga komoditas lainnya. Kontan melaporkan bahwa pasar mengantisipasi bahwa tekanan harga minyak dapat memicu kebijakan moneter lebih ketat, sehingga investor beralih dari aset tanpa imbal hasil. Penurunan 0,12% dari US$ 4.190,60 pada hari sebelumnya mencerminkan respon cepat terhadap risiko tersebut. Dampaknya, level support jangka pendek menjadi lebih rentan, dan pelaku pasar harus memperhatikan sinyal inflasi dalam keputusan trading mereka.
Apa Pengaruh Data CPI Amerika Serikat yang Akan Dirilis terhadap Harga Emas?
Data CPI AS yang dijadwalkan rilis pada Rabu malam menjadi tolok ukur penting bagi pergerakan harga emas karena dapat mengubah ekspektasi kebijakan The Fed. Bloomberg Technoz mencatat konsensus pasar memperkirakan inflasi bulan September naik 0,6% secara bulanan dan 3,7% secara tahunan, lebih tinggi daripada bulan Agustus yang tercatat 0,3% dan 3,4%. Jika angka tersebut terkonfirmasi, kemungkinan Federal Reserve akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, membuat aset non-yielding seperti emas menjadi kurang menarik bagi investor. Kondisi ini dapat memperkuat tekanan jual yang sudah ada, sehingga pergerakan harga selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh interpretasi data tersebut.
Bagaimana Analisis Teknikal Menunjukkan Risiko Pergerakan Harga Emas Selanjutnya?
Analisis teknikal menunjukkan bahwa emas masih terjebak dalam zona bearish, ditandai oleh Relative Strength Index (RSI) 14-hari sebesar 43, menandakan momentum jual yang masih kuat. Stochastic RSI 14 berada pada level 86, mengindikasikan kondisi overbought yang dapat memicu koreksi lebih lanjut. Bloomberg Technoz menambahkan bahwa target koreksi diproyeksikan berada di kisaran US$ 4.161-4.159 per ons, sedangkan level pivot di US$ 4.192 dapat menjadi titik balik untuk menguji zona US$ 4.200-4.206 jika harga berhasil pulih. Bagi investor, pola ini menyiratkan risiko penurunan lebih lanjut, namun juga membuka peluang bagi aksi beli pada level support yang lebih rendah.
Sumber : AI News