AI News - Harga emas spot jatuh 1,94% pada penutupan perdagangan Kamis 10 September 2026, mencapai US$4.316,76 per ons, setelah data Producer Price Index AS menguat meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga The Fed minggu depan.
Poin Penting
- Harga emas spot turun 1,94% menjadi US$4.316,76 per ons pada penutupan Kamis 10 September 2026.
- Harga emas berjangka AS jatuh 2,29% menjadi US$4.358,55 per ons pada sesi yang sama.
- Peluang kenaikan suku bunga The Fed minggu depan naik menjadi 70% menurut CME FedWatch Tool.
- Harga minyak Brent naik sekitar 4% dan sempat menembus US$105 per barel.
- Perak spot turun 5,48% menjadi US$63,59 per ons.
Mengapa Data PPI AS Memicu Penurunan Harga Emas?
Investor.id melaporkan bahwa data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan inflasi produsen menjadi pemicu utama penurunan harga emas pada hari itu. Peningkatan harga barang pada tingkat produsen menandakan tekanan inflasi yang lebih mendasar, sehingga pasar memperkirakan Federal Reserve perlu menanggapi dengan kebijakan yang lebih ketat. PPI untuk permintaan akhir tercatat naik 0,4% pada Agustus setelah revisi kenaikan 0,1% pada Juli, menurut data yang disajikan Investor.id. Analis senior Kyle Rodda dari Capital.com menilai bahwa kenaikan tersebut dipicu sebagian oleh biaya energi yang lebih tinggi, memperkuat persepsi inflasi yang persisten. Akibatnya, investor beralih dari emas ke aset berbunga, menekan harga spot hampir 2% pada sesi penutupan.
Bagaimana Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Mempengaruhi Pasar Emas?
Kontan mencatat bahwa peningkatan probabilitas 70% kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan pekan depan menurunkan daya tarik emas sebagai lindung nilai. Kenaikan suku bunga mengangkat imbal hasil obligasi, meningkatkan biaya peluang memegang logam yang tidak memberikan kupon, sehingga permintaan menurun. CME FedWatch Tool memperlihatkan peluang tersebut naik dari 62% sebelum data PPI, sebagaimana dilaporkan oleh Kontan. Meskipun mayoritas ekonom yang disurvei Reuters masih memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada rapat 15-16 September 2026, peluang kenaikan yang lebih tinggi sudah tercermin dalam pergerakan harga. Dengan demikian, harga emas spot tertekan ke level US$4.316,76 per ons, sejalan dengan penurunan yang lebih luas di pasar komoditas.
Apa Dampak Penguatan Dolar AS dan Kenaikan Yield Obligasi Terhadap Harga Emas?
Menurut data yang dihimpun oleh Investor.id, penguatan dolar AS serta kenaikan yield obligasi Treasury 10-tahun memberikan tekanan tambahan pada harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, apresiasi mata uang tersebut membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sementara yield yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang. Harga minyak mentah Brent naik sekitar 4% dan sempat menembus US$105 per barel, menambah ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, sebagaimana dicatat Investor.id. Kenaikan yield obligasi, meski tidak disebutkan angka spesifik, tercermin dalam pergerakan pasar obligasi yang menandakan ekspektasi suku bunga lebih tinggi. Kombinasi faktor-faktor ini memperburuk penurunan emas, menegaskan bahwa pergerakan harga dipengaruhi oleh dinamika pasar mata uang dan obligasi global.
Bagaimana Penurunan Harga Emas Mempengaruhi Logam Mulia Lainnya?
Kontan mencatat bahwa penurunan tajam pada emas juga diikuti oleh penurunan signifikan pada logam mulia lain seperti perak, platinum, dan palladium. Ketika emas turun, investor juga menjual logam lain untuk mengurangi eksposur terhadap risiko inflasi, sehingga menurunkan permintaan secara menyeluruh. Perak spot jatuh 4,6% menjadi US$64,19 per ons, platinum anjlok 5,5% menjadi US$1.791,13 per ons, dan palladium turun 5,1% menjadi US$1.283,52 per ons pada sesi yang sama, menurut Kontan. Penurunan ini menandai pergerakan korelasi negatif antara logam mulia dan aset dengan imbal hasil lebih tinggi, memperlihatkan sentimen pasar yang mengutamakan likuiditas. Bagi investor, penurunan serentak ini menandakan risiko tambahan pada portofolio logam mulia dan meningkatkan kebutuhan akan strategi diversifikasi yang lebih luas.
Sumber : AI News