Harga Emas Spot Naik Lebih dari US$4.000 Per Ons di Tengah Turunnya Minyak Brent
Tuesday, July 28, 2026       14:12 WIB

AI News - Emas dunia menguat pada sesi perdagangan Senin 27 Juli 2026, dengan harga spot mencapai sekitar US$4.087 per ons, dipicu penurunan harga minyak Brent ke level terendah mingguan dan mengurangi kekhawatiran inflasi menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Poin Penting

  • Spot emas naik 0,5-0,9% menjadi antara US$4.074,22-4.087,59 per ons pada 13.45 WIB.
  • Kontrak berjangka emas Agustus menguat 0,2-0,5% menjadi sekitar US$4.077-4.090 per ons.
  • Harga minyak Brent turun lebih dari 8% dalam satu minggu, menyentuh sekitar US$90 per barel.
  • Indeks dolar AS melemah sekitar 0,1%, menjadikan emas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pembeli luar negeri.
  • Perak spot naik 1,3% ke US$58,92 per ons; platinum spot naik 2,3% ke US$1.625,31 per ons.

Mengapa Penurunan Harga Minyak Mendorong Kenaikan Harga Emas?


Penurunan harga minyak Brent memicu kenaikan harga emas karena mengurangi ekspektasi inflasi dan tekanan pada suku bunga. Minyak turun dari lebih dari US$100 per barel minggu lalu menjadi sekitar US$90, sehingga biaya energi menurun dan tekanan inflasi berkurang. Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities, menjelaskan bahwa penurunan minyak menurunkan prospek suku bunga menjadi lebih rendah, sehingga investor beralih ke aset safe-haven seperti emas. Data Investor.id mencatat spot emas naik 0,5% menjadi US$4.074,22, sementara Stockwatch melaporkan kenaikan 0,9% menjadi US$4.087,59 pada sesi Senin 27 Juli 2026. Akibatnya, emas memperoleh dorongan tambahan di tengah pasar yang menantikan keputusan kebijakan moneter The Fed.

Apa Dampak Kenaikan Harga Emas Bagi Investor Menjelang Keputusan The Fed?


Kenaikan harga emas memberikan perlindungan nilai bagi investor menjelang pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan Rabu 31 Juli 2026. Dengan indeks dolar AS melemah 0,1% dan ekspektasi inflasi yang melunak, biaya relatif emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli asing. Stockwatch mencatat bahwa 66% pedagang futures memperkirakan suku bunga tetap pada pertemuan tersebut, sementara pasar memperkirakan peluang 79% kenaikan pada September, menambah ketidakpastian. Peningkatan harga spot emas menjadi sekitar US$4.087,59 per ons menandakan permintaan yang kuat, terutama karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil namun menjadi aset pelindung saat suku bunga tinggi. Bagi investor, dinamika ini berarti alokasi ke emas dapat mengimbangi risiko volatilitas pasar obligasi dan mata uang.

Bagaimana Pergerakan Logam Mulia Lainnya Seperti Perak dan Platinum Mengikuti Tren Emas?


Logam mulia lain seperti perak dan platinum juga mengikuti tren kenaikan emas karena faktor yang sama. Perak spot melonjak 1,3% menjadi US$58,92 per ons, sementara platinum spot naik 2,3% ke US$1.625,31 per ons, sebagaimana dilaporkan Stockwatch pada 28 Juli 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh pelemahan dolar AS serta pergeseran aliran dana ke aset safe-haven setelah harga minyak jatuh 6% pasca penghentian serangan antara AS dan Iran. Menurut Investor.id, impor emas bersih Tiongkok melalui Hong Kong naik dua kali lipat secara tahunan pada Juni 2026 meski turun lebih dari 5% dibanding bulan sebelumnya, menandakan permintaan fisik yang kuat. Oleh karena itu, pergerakan positif pada perak dan platinum memperkuat persepsi bahwa aset logam mulia secara keseluruhan berada dalam fase bullish jangka pendek.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News