Harga Emas Turun di Bawah US$4.030 Per Ons Menjelang Keputusan Fed
Wednesday, July 29, 2026       16:11 WIB

AI News - Emas turun di bawah US$4.030 per ons pada perdagangan Asia 29 Juli 2026, dipicu penguatan dolar AS dan menanti keputusan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan akan tetap stabil atau naik sedikit, menjadi sorotan investor global di tengah ketidakpastian inflasi.

Poin Penting

  • Spot emas pada 29 Juli 2026 tercatat US$ 4.021,87 per ons.
  • Harga berjangka Agustus 2026 berada di US$ 4.032,40 per ons.
  • Probabilitas Fed mempertahankan suku bunga sebesar 70 % dan 69 %; peluang kenaikan masing-masing 30 % dan 31 %.
  • FedWatch memperkirakan 76 % kemungkinan kenaikan 25 basis poin pada September.
  • Commerzbank menurunkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi US$ 4.500 per ons.

Mengapa Harga Emas Turun saat Dolar AS Menguat Menjelang Keputusan Fed?


Emas turun karena apresiasi dolar AS membuat logam mulia yang diperdagangkan dalam mata uang hijau menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Menurut Kontan, harga spot pada pukul 08.15 WIB turun 0,1 % menjadi US$ 4.021,87 per ons, sementara Investor.id melaporkan penurunan 1,1 % ke US$ 4.032,42 per ons. Penguatan dolar, yang berada di dekat level tertinggi bulanan, meningkatkan biaya peluang bagi investor yang mempertimbangkan aset tidak menghasilkan bunga. David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, mencatat bahwa energi tinggi dan ekspektasi kebijakan hawkish Fed menambah tekanan pada emas. Akibatnya, permintaan pelindung nilai berkurang dan emas dapat mengalami tekanan lanjutan hingga arah kebijakan moneter lebih jelas.

Apa Implikasi Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Terhadap Harga Emas?


Jika Fed menaikkan suku bunga, tekanan pada emas akan meningkat karena biaya peluang naik dan dolar menguat lebih lanjut. Investor.id mencatat bahwa peluang Fed menjaga suku bunga pada tingkat saat ini adalah 69 %, sementara 31 % diprediksi akan ada kenaikan 25 basis poin. Kontan menambahkan bahwa FedWatch menunjukkan 76 % kemungkinan kenaikan pada pertemuan September. Kenaikan suku bunga biasanya memperkuat dolar, sehingga harga emas yang dinilai dalam dolar menjadi relatif lebih mahal dan permintaan sebagai safe haven menurun. Dengan demikian, selama ekspektasi kenaikan suku bunga tetap tinggi, emas diperkirakan akan tetap berada di level rendah atau bahkan turun lebih jauh.

Bagaimana Proyeksi Harga Emas Akhir Tahun Menurut Analisis Bank?


Commerzbank memperkirakan harga emas pada akhir 2026 akan berakhir di sekitar US$ 4.500 per ons. Sebagaimana dilaporkan Kontan, bank tersebut menurunkan estimasinya setelah mengamati penguatan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed yang lebih kuat. Proyeksi ini masih berada di atas level perdagangan saat ini sekitar US$ 4.030, menandakan potensi kenaikan terbatas jika kondisi moneter tidak berubah secara signifikan. Namun, selisih sekitar 10 % menunjukkan bahwa kenaikan lebih besar memerlukan perubahan fundamental seperti pelonggaran kebijakan atau penurunan tajam inflasi. Investor yang menargetkan profit jangka panjang harus menyesuaikan strategi mereka dengan volatilitas kebijakan moneter yang masih mendominasi pasar logam mulia.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News