- Equity Analyst PT IndoPremier Sekuritas Imam Gunadi menilai pengumuman review MSCI Mei 2026 berpotensi menekan IHSG dan meningkatkan volatilitas jangka pendek karena sejumlah saham berkapitalisasi besar keluar dari indeks global tersebut.
- MSCI mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni , , , , , dan . Namun, saham masuk ke MSCI Global Small Cap Index.
- MSCI juga menghapus saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index, termasuk , , , , , dan . Seluruh perubahan efektif berlaku mulai 1 Juni 2026.
Ipotnews - Pengumuman terbaru hasil tinjauan indeks Morgan Stanley Capital International ( MSCI ) periode Mei 2026 berpotensi memberikan tekanan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) dalam jangka pendek. Terutama akibat keluarnya sejumlah saham berkapitalisasi besar dari indeks global tersebut.
Equity Analyst PT IndoPremier Sekuritas, Imam Gunadi, mengatakan perubahan komposisi indeks MSCI kali ini dapat memicu tambahan volatilitas di pasar saham domestik.
"Dalam jangka pendek IHSG berpotensi menciptakan tekanan dan volatilitas tambahan, terutama karena beberapa saham yang keluar memiliki market cap dan bobot besar yang sebelumnya cukup menopang pergerakan indeks," kata Imam Gunadi kepada Ipotnews melalui pesan WhatsApp, Rabu (13/5).
Lembaga penyusun indeks pasar saham global MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 untuk pasar saham Indonesia. Dalam review kali ini, enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.
Saham-saham yang keluar dari MSCI Global Standard Index tersebut adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (), PT Barito Renewables Energy Tbk (), PT Chandra Asri Pacific Tbk (), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ().
Meski dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, saham masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Index.
Selain itu, MSCI juga mengeluarkan 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index. Emiten-emiten tersebut meliputi PT Aneka Tambang Tbk (), PT Astra Agro Lestari Tbk (), PT Bank Aladin Syariah Tbk (), PT Bumi Serpong Damai Tbk (), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (), PT Midi Utama Indonesia Tbk (), dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk ().
Kemudian PT MNC Digital Entertainment Tbk (), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (), PT Pacific Strategic Financial Tbk (), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (), serta PT Triputra Agro Persada Tbk ().
Seluruh perubahan hasil review MSCI tersebut akan diimplementasikan pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026 dan efektif berlaku mulai 1 Juni 2026.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin