IDXTECHNO Menguat 1,51%, Ditopang DCII, MLPT dan GOTO; Bantu IHSG Rebound Dari Pelemahan Multisesi
Friday, October 02, 2026       17:07 WIB
  • IDXTECHNO memimpin penguatan sektoral dengan naik 1,51 persen, ditopang , dan .
  • IDXENERGY menguat 1,12 persen, sementara IDXNONCYC, IDXBASIC, IDXPROPERT dan IDXFINANCE turut menguat.
  • IDXINDUST menjadi sektor paling tertekan dengan turun 1,7 persen, disusul IDXTRANS 1,38 persen, saat IHSG naik 0,46 persen.

Ipotnews - Indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) memimpin penguatan indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (2/10), dengan kenaikan 1,51 persen ke level 5.724, ketika Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup menguat 0,46 persen ke level 6.036, rebound dari pelemahan multisesi sejak Kamis (24/9).
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , penguatan IDXTECHNO sebesar 1,51 persen turut ditopang kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor ini senilai Rp478 triliun, harga sahamnya melonjak 3,66 persen ke 200.900. Lalu, dengan market cap terbesar kedua yang senilai Rp44 triliun, harga sahamnya menguat 1,07 persen ke level 945.
sebagai konstituen IDXTECHNO dengan market cap sebesar Rp 34,2 triliun, mengalami kenaikan harga saham mencapai 7,14 persen ke level 30. Adapun saham-saham di sektor ini yang mencatatkan kenaikan paling tinggi adalah (+8,9%) dan diikuti sebagai yang tertinggi kedua.
Selanjutnya, pada perdagangan di akhir pekan ini indeks sektor energi (IDXENERGY) terpantau menguat 1,12 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini Rp391 triliun, harga sahamnya meningkat 0,86 persen ke level 11.750. sebagai emiten pemilik market cap terbesar kedua yang senilai Rp219 triliun, harga sahamnya menguat 1,79 persen ke level 1.140. Kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp219 triliun.
Adapun sebagai konstituen IDXENERGY dengan market cap Rp89,9 triliun, mencatatkan kenaikan harga saham sebesar 3,59 persen ke level 11.550. Dua saham di indeks sektor energi yang membukukan kenaikan harga tertinggi, yaitu yang mengalami ARA (+24,7%) dan (+11,4%).
Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) menanjak 0,67 persen, dengan peningkatan harga saham terbesar terjadi pada (+17,6%) dan (+15,8%). Indeks sektor barang baku (IDXBASIC) melompat 0,47 persen, dengan kenaikan tertinggi dialami saham (+21,6%) dan (+10%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) meningkat 0,4 persen, dengan penguatan terbesar pada yang mengalami ARA (+24,9%) dan (+12,9%). Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) naik 0,2 persen, dengan kenaikan tertinggi pada yang mencatatkan ARA (+25%) dan juga ARA (+24,5%). Indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) menguat 0,2 persen, dengan penguatan terbesar pada (+4,2%) dan (+3,7%).
Sementara itu, indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC) melemah tipis 0,07 persen, dengan penurunan terdalam pada saham yang mengalami ARB (-14,7%) dan (-11,1%). Indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) merosot 0,9 persen, dengan koreksi terbesar pada (-11,3%) dan (-4,3%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) anjlok 1,38 persen, dengan pelemahan paling tajam terjadi pada saham (-10,4%) dan (-5,7%).
Indeks sektor perindustrian (IDXINDUST) menjadi indeks sektoral dengan penurunan paling dalam, yakni terpangkas 1,7 persen. Namun, sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp187 triliun, harga sahamnya justru tercatat menguat 2,66 persen ke level 4.630. Sebaliknya, sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua yang senilai Rp96,9 triliun, harga sahamnya merosot 1,33 persen ke level 26.000.
Kemudian yang merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di IDXINDUST senilai Rp73,5 triliun, harga sahamnya melorot 1,47 persen ke level 1.340. Saham-saham di sektor perindustrian dengan pelemahan paling dalam terjadi pada yang mengalami ARB (-14,9%) dan juga mencatatkan ARB (-14,9%).(Budi/AI)

Sumber : admin