- IHSG berpotensi lanjut melemah akibat aksi profit taking saham big cap dan jual bersih investor asing, dengan area support di kisaran 8.550-8.570.
- Tekanan teknikal masih dominan, IHSG rawan menguji area 8.464-8.560, bahkan skenario terburuk bisa koreksi ke area 8.000-an meski ada sentimen positif dari penguatan Wall Street.
- Strategi trading selektif disarankan, dengan akumulasi , , ; Buy on Weakness , serta peluang spekulatif pada .
Ipotnews - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan pelemahan, setelah kemarin ditutup terkoreksi 0,71 persen ke level 8.584.
Pelemahan IHSG pada perdagangan Selasa (23/12) dipengaruhi penurunan 373 saham, sedangkan 275 saham terpantau menguat dan ada 157 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi kemarin Rp25,62 triliun atau meningkat dibandingkan sehari sebelumnya Rp24,23 triliun.
Berdasarkan analisis Tim Riset PT BRI Danareksa Sekuritas, menjelang libur panjang perayaan Natal, IHSG tertekan aksi profit taking sejumlah saham berkapitalisasi besar dan berlanjutnya aksi jual bersih yang dilakukan investor asing.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji area support 8.550-8.570, sementara itu pelaku pasar masih akan mencermati peluang berlanjutnya aksi ambil untung menjelang periode libur panjang Natal," tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Rabu (24/12).
Namun demikian, pergerakan IHSG hari ini akan mendapatkan sentimen positif dari penguatan tiga indeks utama di bursa Wall Street. Kemarin, indeks Dow Jones ditutup menguat 0,16 persen, S&P 500 tercatat naik 0,46 persen dan Nasdaq menanjak 0,57 persen.
Untuk perdagangan hari terakhir pekan ini, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan trader agar mengakumulasi pembelian saham , dan .
Perkiraan senada disampaikan analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, yang menyebutkan pergerakan IHSG rawan melanjutkan pola koreksi akibat tekanan aksi jual. "Kami memperkirakan, saat ini IHSG sedang berada pada bagian Wave [iv] dari Wave 5 pada label hitam," ujarnya.
Dia menjelaskan, pola pergerakan secara teknikal tersebut menunjukkan IHSG rawan terkoreksi untuk menguji rentang 8.464-8.560 dan sekaligus menutup area gap tipisnya. "Worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan Wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8,000-an," kata Herditya.
Menurut dia, saat ini support IHSG di level 8.553 dan 8.493, sedangkan resistance-nya di level 8.714 dan 8.821. Trader direkomendasikan untuk menerapkan strategi "Buy on Weakness" pada saham dan , sementara itu dan memiliki rating trading "Speculative Buy". (Budi/AI)
Sumber : Admin