IHSG Diprediksi Bergerak Sideways di Kisaran 6.400-6.600 pada Selasa 15 September 2026
Tuesday, September 15, 2026       03:49 WIB

AI News - Investor.id memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) akan berfluktuasi dalam zona sideways pada perdagangan Selasa 15 September 2026, berada di antara 6.400 dan 6.600 poin, setelah penutupan Senin 14 September 2026 tercatat pada level 6.534,6.

Poin Penting

  • Prediksi pergerakan IHSG pada Selasa: sideways 6.400-6.600.
  • Penutupan IHSG Senin 14 September 2026: 6.534,6 poin, melemah 0,10%.
  • Rupiah melemah 0,33% ke Rp 17.669 per dolar AS.
  • Harga minyak Brent berada di atas US$ 100 per barel, memberi tekanan pada pasar.
  • Volume transaksi harian mencapai 35,640 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 18,021 triliun.

Apa Penyebab Prediksi Sideways IHSG pada Selasa?


Investor.id menilai bahwa kombinasi tekanan geopolitik di Timur Tengah, harga minyak Brent yang tetap tinggi di atas US$ 100 per barel, serta kondisi teknikal di atas moving average 100 (MA100) menghasilkan rentang perdagangan yang sempit. Sementara indikator MACD menunjukkan histogram negatif dan Stochastic RSI berada di area oversold, hal ini menandakan potensi pergerakan terbatas tanpa arah jelas. Data teknikal tersebut dipadukan dengan fakta bahwa IHSG masih berada di atas level support 6.500, namun belum dapat menembus resistansi kuat di sekitar 6.600, sehingga para pelaku pasar cenderung menahan posisi. Dengan volatilitas global yang tetap tinggi, terutama terkait kebijakan moneter Amerika Serikat, ekspektasi pergerakan signifikan menjadi rendah, menjelaskan mengapa analis memperkirakan pola sideways pada sesi Selasa mendatang.

Bagaimana Pergantian Menteri Keuangan Memengaruhi Sentimen Pasar?


Katadata melaporkan bahwa pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menimbulkan respons positif terukur, karena beliau dikenal sebagai figur yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai bahwa kontinuitas kebijakan fiskal yang dibawa Suahasil dapat meningkatkan kepercayaan investor, terutama dalam hal pengelolaan defisit APBN dan koordinasi fiskal-moneter. Namun, Kontan menekankan bahwa meskipun pasar merespons dengan relief rally, kepercayaan jangka pendek tetap bergantung pada kebijakan konkret yang akan diimplementasikan, seperti pemeliharaan defisit di bawah 3% dan strategi pembiayaan pemerintah. Dengan demikian, pergantian figur pemerintahan memberikan dukungan psikologis, tetapi belum cukup untuk mengubah fundamental pasar secara signifikan.

Risiko Apa yang Masih Menghadapi IHSG dalam Jangka Pendek?


Menurut laporan Kontan, risiko utama yang masih menekan IHSG meliputi eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak Brent ke level sekitar US$ 107 per barel, serta kebijakan suku bunga The Fed yang dijadwalkan pada 16 September 2026. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memperpanjang periode kebijakan moneter ketat, yang pada gilirannya dapat menurunkan selera risiko investor di pasar negara berkembang. Selain itu, aliran net sell asing sebesar Rp 3,36 triliun pada pekan sebelumnya menandakan sensitivitas aliran modal luar terhadap perkembangan kebijakan fiskal domestik. Kombinasi tekanan eksternal ini membuat volatilitas IHSG tetap tinggi, meski indeks berhasil menutup penurunan tipis pada Senin.

Strategi Investasi Apa yang Disarankan Analis untuk IHSG ?


Stockwatch mencatat bahwa sebagian besar saham berkapitalisasi besar menunjukkan rebound, dengan naik 2,77% dan naik 1,83%, sehingga analis merekomendasikan strategi "buy on weakness" pada saham-saham likuid yang memiliki fundamental kuat. Di sisi lain, sektor energi dan pertambangan masih dalam tekanan, tercermin dari penurunan saham sebesar 0,84% serta yang turun 2,44%. Mengingat volatilitas global dan ketidakpastian kebijakan fiskal, Hendra Wardana, Founder Republik Investor, menyarankan investor untuk menyeimbangkan portofolio dengan menambah eksposur pada sektor perbankan seperti dan , sambil mempertahankan likuiditas sebagai penyangga terhadap pergerakan pasar yang tiba-tiba.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News