- IHSG diprediksi bergerak mixed cenderung turun pada pekan 9-13 Februari 2026, dengan kisaran pergerakan sekitar 7.608-8.446.
- Secara teknikal tren masih strong downtrend, terlihat dari candlestick yang terus melemah di bawah MA5 dan tingginya volatilitas.
- Rekomendasi trading pekan ini: akumulasi beli pada saham , , , dan .
Ipotnews - Pada perdagangan minggu ini, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan bergerak variatif dalam kecenderungan menurun, setelah akhir pekan lalu (6/2) ditutup melorot 2,08 persen dibandingkan sehari sebelum atau anjlok 4,73 persen dalam sepekan.
Berdasarkan analisis organisasi research and trading saham, WH Project, posisi candlestick IHSG tampak terus menurun dan terhenti pada MA5 saat terjadi rebound. Kondisi ini sekaligus mempertegas bahwa pergerakan IHSG secara teknikal adalah strong downtrend.
"Kami memproyeksikan, pada pekan ini IHSG bergerak mixed dalam range 7.608-8.446," kata analis WH Project, William Hartanto, dalam riset untuk perdagangan periode 9-13 Februari 2026.
Secara teknikal, lanjut William, sejauh ini IHSG meninggalkan banyak gap atas, yang nantinya akan menjadi target pada saat terjadi reversal. Dia menegaskan, pergerakan yang strong downtrend dengan posisi candlestick melemah terus di bawah MA5, membuat pergerakan IHSG menjadi tidak menarik secara teknikal.
Hal tersebut dikarenakan terbebani sejumlah saham konglomerat yang gagal masuk ke indeks MSCI . "Efek bobot dari saham-saham ini sangat menekan IHSG dan membuat pergerakan mengalami volatilitas tinggi," ujar William.
Untuk perdagangan pekan ini, William mengatakan WH Project merekomendasikan trader agar mengakumulasi pembelian saham , , dan . (Budi/AI)
Sumber : Admin