AI News - Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan menguji level resistance 6,198-6,222 setelah mengalami koreksi 1,88 % ke 6,196 pada Jumat 24 Juli, meskipun tekanan jual tetap mendominasi pergerakan.
Poin Penting
- IHSG diproyeksikan menguat ke resistance 6,198-6,222.
- Indeks berada di bawah MA60 dan turun 1,88 % ke 6,196 pada Jumat 24 Juli.
- Support terdekat diperkirakan 6,111-6,007; resistance selanjutnya 6,599-6,705.
- Saham rekomendasi "buy on weakness" meliputi (target 510-550), (target 980-1,090), , , , , , dan .
Mengapa IHSG Diperkirakan Menguat ke Level Resistance 6.198-6.222?
IHSG diperkirakan akan melanjutkan kenaikan menuju resistance 6,198-6,222 karena analisis pola gelombang menunjukkan bahwa indeks berada pada fase wave iv dari wave (c) yang menandakan akhir koreksi. Menurut riset MNC Sekuritas yang dilaporkan Pasardana, meskipun tekanan jual masih kuat, pada timeframe mingguan IHSG mencatat penguatan tipis sebesar 0,34 %. Data Katadata menambahkan bahwa level koreksi berada di zona 6,074-6,146, sementara support berada di kisaran 6,111-6,007, menguatkan potensi rebound. Kombinasi pola teknikal dan adanya area support yang kuat berarti indeks berpeluang menambah poin dalam jangka pendek, memberi sinyal bagi investor untuk mempertimbangkan posisi bullish.
Apa Faktor Risiko yang Dapat Membatasi Penguatan IHSG pada Pekan Ini?
Penguatan IHSG dapat terhambat oleh sejumlah faktor risiko eksternal, terutama ketegangan geopolitik dan dinamika pasar energi. Phintraco Sekuritas, sebagaimana dikutip Katadata, menyoroti konflik antara AS dan Iran serta fluktuasi harga minyak sebagai pemicu volatilitas global yang dapat menurunkan sentimen pasar Indonesia. Selain itu, kebijakan tarif baru AS terhadap lebih dari 80 negara menambah tekanan pada sektor ekspor-import, meningkatkan kecemasan investor. Jika sentimen negatif ini bertahan, IHSG berisiko menguji support di level 6,000-6,100, yang dapat menandai fase penurunan lebih lanjut bagi indeks.
Saham-saham Mana yang Direkomendasikan untuk Buy on Weakness dan Apa Targetnya?
Berbagai saham dipilih oleh analis sebagai peluang "buy on weakness" dengan target harga spesifik. MNC Sekuritas merekomendasikan PT Darma Henwa Tbk pada rentang beli Rp 392-Rp 414 dengan target Rp 510-Rp 550 dan stop-loss di bawah Rp 330, serta PT Rukun Raharja Tbk pada zona Rp 750-Rp 780 dengan target Rp 980-Rp 1,090 serta stop-loss di bawah Rp 675, menurut Pasardana. Katadata mencatat tambahan rekomendasi saham , PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Buana Lintas Lautan Tbk, PT AKR Corporindo Tbk, PT Sarana Menara Nusantara Tbk, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk memperluas peluang beli pada koreksi. Pilihan ini memberikan investor opsi diversifikasi pada sektor keuangan, energi, dan infrastruktur, dengan harapan pergerakan indeks yang mendukung kenaikan harga saham tersebut.
Sumber : AI News