AI News - Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan akan menguji level resistance 6.705 dengan dukungan teknikal di kisaran 6.600-6.650 pada perdagangan Jumat, 4 September 2026, setelah penutupan naik 1,09 % ke 6.667,89 pada Kamis. Phintraco Sekuritas menambah lima saham masuk radar, termasuk
dan .Poin Penting
- IHSG diproyeksikan menguji resistance 6.705 pada Jumat 4 September 2026.
- Dukungan teknikal berada di antara 6.600-6.650.
- Penutupan Kamis 3 September 2026 naik 1,09 % ke 6.667,89.
- Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham: , , , , .
- Profit taking menjelang akhir pekan menjadi risiko utama di tengah ketidakpastian global.
Mengapa IHSG Diperkirakan Terus Menguat pada Jumat?
Kontan melaporkan bahwa penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif pasar global, apresiasi Rupiah, serta kenaikan harga komoditas utama yang meningkatkan permintaan domestik. Secara teknikal, indeks telah menembus area resistance 6.635-6.666, menandakan breakout yang kuat dan memberi dasar bagi proyeksi kenaikan lebih lanjut. Data penutupan Kamis menunjukkan indeks naik 1,09 % menjadi 6.667,89, memperkuat pola bullish. Dukungan yang stabil di sekitar 6.600-6.650 serta perbaikan pasar obligasi global menambah keyakinan investor bahwa momentum positif dapat berlanjut. Oleh karena itu, analis mengantisipasi IHSG akan tetap menguat pada sesi Jumat.
Apa Implikasi Pengujian Level 6.705 Bagi Investor?
Alrich Paskalis dari Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pengujian level 6.705 membuka peluang target zona resistance antara 6.700-6.730, sementara level support kritis berada di sekitar 6.600 yang dapat menjadi batas bawah bagi posisi beli. Jika indeks berhasil menembus resistance tersebut, potensi kenaikan selanjutnya dapat meluas ke area 6.750-6.770, menambah margin keuntungan bagi trader yang berada di posisi long. Sebaliknya, kegagalan menahan support 6.600 dapat memicu koreksi singkat ke level 6.555-6.580, sehingga penting bagi investor untuk menyiapkan stop-loss di sekitar 6.580. Analisis ini menegaskan bahwa pergerakan di sekitar 6.705 menjadi titik penentu arah pasar dalam jangka pendek.
Bagaimana Risiko Profit Taking dan Faktor Eksternal Mempengaruhi Pergerakan IHSG ?
Investor.id mengingatkan bahwa profit taking menjelang akhir pekan menjadi risiko utama, terutama karena volatilitas global masih tinggi. Faktor eksternal yang dapat menambah tekanan meliputi rilis data ekonomi Amerika Serikat seperti Non-Farm Payrolls dan tingkat pengangguran pada Jumat, serta pertemuan OPEC + pada 6 September yang akan membahas produksi minyak untuk bulan Oktober. Selain itu, ketegangan di Selat Hormuz dapat memicu naiknya harga energi, yang pada gilirannya dapat menurunkan sentimen risk-on di pasar Asia. Kombinasi data makro AS yang tidak pasti dan gejolak geopolitik meningkatkan kemungkinan pergerakan korektif, sehingga investor perlu memperhatikan indikator teknikal dan fundamental secara bersamaan.
Saham Mana yang Direkomendasikan untuk Dipantau pada Sesi Jumat?
Kiwoom Sekuritas Indonesia melalui analis Oktavianus Audi menilai saham (Indofood CBP) berada dalam zona speculative buy dengan target resistance 7.650 dan support 7.150, sementara (Ciputra Development) disarankan untuk buy on weakness dengan target 745 dan support 655. (Alamtri Resources) dianggap cocok untuk hold dengan level resistance 2.940. Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menambahkan lima saham utama dalam radar perdagangan: , , , , dan , yang diperkirakan akan mendapat manfaat dari penguatan indeks secara keseluruhan. Investor dapat mempertimbangkan kombinasi saham-saham tersebut untuk diversifikasi, mengingat masing-masing memiliki potensi upside yang selaras dengan perkiraan pergerakan IHSG .
Sumber : AI News