AI News - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) mengakhiri perdagangan pada Jumat 23 Oktober 2026 dengan kenaikan 0,95% atau 51,35 poin, menutup di level 5.439,26. Penguatan ini melanjutkan tren positif sejak pembukaan di 5.397,33, dipicu oleh dukungan sektor energi, konsumer siklikal, dan industrial yang semuanya menguat, serta sentimen positif pada saham berbasis kecerdasan buatan.
Poin Penting
- IHSG naik 0,95% (51,35 poin) ke 5.439,26 pada penutupan.
- Volume transaksi mencapai 43,99 juta lot dengan nilai Rp 16,202 triliun.
- Sektor energi memberi kontribusi terbesar sebesar 13.907 poin, diikuti sektor siklikal 5.588 poin.
- Saham mencatat penguatan tertinggi 9,82% pada penutupan.
- Kapitalisasi pasar tercatat Rp 9,604 triliun.
Mengapa IHSG Menguat Hingga 0,95% pada Penutupan Hari Jumat?
IHSG menguat hampir satu persen pada penutupan Jumat karena dorongan luas dari mayoritas sektor yang berbalik ke zona hijau. Menurut data Katadata, 477 saham menguat sementara hanya 187 yang melemah, menandakan partisipasi beli yang kuat. Analisis Phillip Sekuritas Indonesia menambahkan bahwa sentimen positif pada saham berbasis artificial intelligence serta kenaikan harga minyak mentah dunia memperkuat ekspektasi pertumbuhan. Kenaikan sektor konsumer siklikal (3,13%), industri (3,12%), dan energi (2,48%) memberikan dukungan tambahan, sehingga indeks dapat menahan koreksi setelah mencapai puncak intraday. Akumulasi faktor-faktor tersebut menjelaskan mengapa IHSG menutup lebih tinggi dibandingkan pembukaan.
Apa Kontribusi Sektor Energi dan Siklikal terhadap Kenaikan IHSG ?
Sektor energi menjadi penopang utama pergerakan IHSG dengan kontribusi lebih dari 13 ribu poin, sedangkan sektor siklikal menyumbang sekitar 5,5 ribu poin, keduanya tercatat dalam data Katadata. Kontribusi ini tercermin dari penguatan energi sebesar 2,48% dan siklikal sebesar 3,13% pada sesi penutupan, yang memimpin kenaikan indeks secara keseluruhan. Karena energi memiliki bobot terbesar dalam indeks, pergerakannya memberikan dorongan signifikan pada nilai indeks, sementara siklikal menambah momentum di tengah ekspektasi pemulihan konsumsi. Kombinasi kedua sektor ini memperluas basis penguat, sehingga IHSG mampu mencatat kenaikan hampir satu persen pada hari tersebut.
Bagaimana Pergerakan IHSG dibandingkan dengan Bursa Saham Asia Lainnya pada Hari yang Sama?
Berbanding lurus dengan IHSG yang menguat, pasar saham utama di Asia menunjukkan performa beragam pada Jumat 23 Oktober 2026. Kompas melaporkan bahwa indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,89% ke 61.716,40, sementara indeks KOSPI Korea Selatan melemah 2,46% ke 5.397,65. Di China, Shanghai Composite tercatat turun 1,55% ke 3.601,50, sedangkan Hang Seng Hong Kong hanya mengalami penurunan tipis 0,06% ke 22.922,00. Perbedaan arah ini mencerminkan bahwa sentimen positif di Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor domestik, seperti penguatan sektoral dan aliran likuiditas, dibandingkan tekanan makro yang menekan pasar tetangga.
Sumber : AI News