- IHSG terkoreksi tipis 0,17% ke level 6.185, dipicu aksi jual asing Rp490,6 miliar dan kabar mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo.
- Pasar global menunjukkan pergerakan beragam: minyak turun tajam 8,39%, emas naik 0,59%, batubara melemah tipis; Wall Street ditutup variatif dengan Nasdaq terkoreksi.
- Investor fokus pada kepastian pengganti Gubernur BI serta keputusan suku bunga The Fed, di tengah laporan keuangan emiten teknologi besar dan dinamika komoditas dunia.
Ipotnews - IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,17 persen ke level 6.185 dengan disertai net sell sebesar Rp490,6 miliar. Pelemahan tersebut berlanjut pagi ini, Selasa (28/7) yang dibuka di level 6.175 atau turun 10 poin dari sesi penutupan kemarin. Indeks mengalami tekanan sejak Jumat pekan lalu dan berlanjut pada penutupan perdagangan Senin kemarin.
Lalu pada pukul 09.05 WIB, indeks masih tertekan dengan melemah moderat 0,15 persen atau 9 ke level 6.176 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.199 di zona hijau, terendah di level 6.169 berada di zona merah.
Sebanyak 268 emiten yang bergerak menguat, 208 emiten melemah dan 489 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 108,4 ribu kali dengan nilai Rp621,2 miliar serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,83 triliun.
Tujuh sektor melemah dan empat sektor lainnya menguat yaitu industri 0,01 persen menjadi 1.628, properti 0,14 persen menjadi 803, sektor konsumer non primer 0,18 persen menjadi 672 dan sektor transportasi 0,26 persen menjadi 1.650.
Sektor yang terkoreksi yaitu kesehatan -0,06 persen menjadi 1.400, teknologi -0,09 persen menjadi 6.858, infrastruktur -0,33 persen menjadi 1.780, konsumer primer -0,54 persen menjadi 906.
Lalu, energi -0,19 persen menjadi 2.979, sektor keuangan -0,11 persen ke level 1.343, sektor bahan baku -0,17 persen ke level 1.610.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), Hari Rachmansyah menjelaskan bahwa pelemahan IHSG kemarin salah satunya dipengaruhi oleh mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur Bank Indonesia. Meski begitu secara grafik intraday, indeks sempat tertarik ke atas sehingga pelemahan relatif tipi di akhir sesi.
"Yang menjadi perhatian investor terkait siapa pengganti definitif dari pejabat Gubernur BI, apakah dari profesional atau tidak. Ini akan menjadi pertimbangan investor dalam melakukan investasinya," kata Hari dalam sesi IPOT Live.
Dari pasar global, harga minyak mentah dunia terkoreksi tajam 8,39 persen menjadi USD81,82 per barel. Sementara itu, harga emas naik 0,59 persen ke USD4.076,68 per troy ounce, dan harga batubara turun tipis 0,23 persen ke USD130,3 per metrik ton.
Hari Rachmansyah juga mencatat pergerakan bervariasi di Wall Street. Dow Jones dan S&P500 ditutup menguat, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,18 perse. Perubahan indeks Wall Street menandakan investor masih wait and see, apakah akan melakukan penjualan atau pembelian.
"Faktor yang mendukung pergerakan campuran ini adalah saham-saham teknologi besar seperti Meta, Apple, Microsoft, dan Amazon yang akan merilis laporan keuangannya apakah perform atau tidak," jelasnya.
Fokus investor global kini tertuju pada keputusan suku bunga The Federal Reserve yang akan diumumkan pekan ini. Dengan inflasi yang mulai melandai, harga minyak yang kembali naik, serta sentimen positif dari penyelenggaraan Piala Dunia, pasar menanti apakah The Fed akan mengambil sikap hawkish atau dovish.
Ia merekomendasikan tiga saham yang dapat menjadi pertimbangan investor hari ini, yaitu :
dengan strategi Buy (Entry 2.630 Target 3.000 Stop loss 2.500)
dengan strategi Buy on Pullback (Entry 7.800-7.900 Target 8.500 Stop loss 7.625)
dengan strategi Buy (Entry 170 Target 190 Stop loss 160). (Marjudin/ AI)
Sumber : Admin