IHSG Melemah di Awal Transaksi Akhir Pekan, Tensi Iran Vs AS Terus Membebani
Friday, March 27, 2026       09:22 WIB
  • IHSG melemah, 9 sektor tertekan, energi & bahan baku jadi penopang.
  • Sentimen global: konflik AS-Iran & lonjakan minyak/batubara picu volatilitas.
  • Valuasi atraktif, peluang reversal jika indeks bertahan di level 7.000.

Ipotnews - Di akhir pekan ini, Jumat (27/3), IHSG dibuka melemah pada level 7.136 atau terkoreksi 28 poin dari penutupan perdagangan kemarin yang juga melemah 1,89 persen di level 7.164.
Kemudian pada pukul 09.08 WIB, indeks tercatat masih tertahan di zona merah -0,22 persen atau 15 poin ke level 7.148. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.154 dan terendah di level 7.116 yang konsisten di zona merah.
Sebanyak 222 emiten yang bergerak menguat, 274 emiten melemah dan 462 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 139,9 ribu kali dengan nilai Rp1,11 triliun serta market kapital perdagangan mencapai Rp12,57 triliun.
Sembilan sektor melemah dan hanya dua sektor yang menguat yaitu bahan baku 0,46 persen menjadi 2.009 dan energi 0,73 persen ke level 3.728.
Untuk sektor yang melemah yaitu kesehatan -0,16 persen ke level 1.794, industri -0,52 persen menjadi 1.818, keuangan -0,10 persen ke level 1.385, properti -0,54 persen menjadi 918, teknologi -0,47 persen menjadi 7.609.
Kemudian sektor infrastruktur -0,54 persen menjadi 1.952, konsumer non primer -0,42 persen menjadi 715, konsumer primer -0,19 persen menjadi 975, sektor transportasi -1,25 persen menjadi 1.886.
Terkait dengan market update baik global ataupun domestik, pasar global kembali diguncang ketidakpastian geopolitik setelah muncul pernyataan kontradiktif antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik bersenjata. Hal itu direspons dengan indeks Wall Street yang kompak melemah dan menyeret IHSG turun pada penutupan perdagangan kemarin dengan disertai net sell asing Rp1,92 triliun.
Kemudian harga minyak mentah melonjak 2,45 persen ke USD92,4 per barel, sementara batubara naik 3,24 persen ke USD142 per ton. Hal ini menambah tekanan volatilitas di pasar komoditas. David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), menilai kondisi ini menjadi katalis negatif jangka pendek.
"Ada sentimen kontradiktif yang membebani market. Pernyataan AS soal perdamaian tidak sejalan dengan Iran yang menegaskan tidak ada pembicaraan. Hal ini memicu sell-off di bursa AS," ujarnya dalam Morning Update IPOT .
Dari sisi domestik, IHSG telah terkoreksi sekitar 23 persen dari puncaknya di Januari. Meski demikian, valuasi dinilai semakin menarik dengan rasio P/E berada di kisaran 12-13 kali, mendekati level saat crash pandemi 2020.
Ia mengasumsikan apabila IHSG tembus level 7.000, atau sideways di area 7.000, maka ada potensi buat IHSG kembali bergerak reversal, teman-teman. Dan valuasi saat ini, hampir setara seperti saat terjadi crash market di tahun 2020.
"Valuasi IHSG saat ini sudah sangat atraktif. Jika indeks mampu bertahan di area 7.000, ada peluang reversal seperti pola historis tahun lalu," tambah David.
Selain itu, rencana Kementerian ESDM melakukan relaksasi terkait RKAB batubara dan nikel juga menjadi sentimen yang cukup baik bagi pasar komoditas di dalam negeri.
David menyoroti tiga saham yang menjadi stock picks untuk hari ini dengan rincian sebagai berikut :
- Buy Entry: 910 Target: 985 Stop loss: 870
- Buy Entry: 167 Target: 190 Stop loss: 155
- Buy on pullback Entry: 28.900 Target: 30.750 Stop loss: 27.800.(Marjudin/ AI)

Sumber : Admin

berita terbaru
Saturday, Mar 28, 2026 - 17:02 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of ZYRX
Saturday, Mar 28, 2026 - 16:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of RGAS
Saturday, Mar 28, 2026 - 15:42 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PLAN
Saturday, Mar 28, 2026 - 15:35 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of DOSS
Saturday, Mar 28, 2026 - 15:01 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of PMUI
Saturday, Mar 28, 2026 - 14:57 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of AMAG
Saturday, Mar 28, 2026 - 11:59 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of DOID
Saturday, Mar 28, 2026 - 11:30 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BRNA
Saturday, Mar 28, 2026 - 11:23 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of BSWD
Saturday, Mar 28, 2026 - 11:14 WIB
Financial Statements Full Year 2025 of AMAN