- IHSG pagi ini menguat ke level 7.133 dengan sembilan sektor kompak naik, dipimpin konsumer non-primer +0,99%.
- Sentimen global masih dibayangi ketidakpastian AS-Iran dan keputusan The Fed, namun analis IPOT menilai peluang IHSG tetap positif.
- Harga nikel domestik melonjak mendekati puncak 2024, dipicu rencana pemangkasan RKAB 2026; rekomendasi saham hari ini: , , .
Ipotnews - IHSG pada hari ini, Selasa (28/4) dibuka menguat di level 7.128 atau naik 22 poin dari perdagangan kemarin yang kembali ditutup melemah 0,32 persen di level 7.106.
Kemudian pada pukul 09.05 WIB, Indeks tercatat terus menguat sebesar 0,39 persen atau 27 poin ke level 7.133. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.151 dan terendah di level 7.126 yang konsisten di zona hijau.
Sebanyak 341 emiten yang bergerak menguat, 195 emiten melemah dan 423 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 140,6 ribu kali dengan nilai Rp1 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp12,72 triliun.
Sembilan sektor menguat dan dua sektor lainnya melemah yaitu transportasi -0,08 persen ke level 2.215 dan bahan baku -0,06 persen menjadi 2.262.
Untuk sektor yang menguat yaitu sektor industri 0,55 persen menjadi 2.083, properti 0,43 persen menjadi 937, teknologi 0,56 persen menjadi 7.825 dan kesehatan 0,41 persen ke level 1.755.
Selanjutnya sektor konsumer non primer 0,99 persen menjadi 744, konsumer primer 0,55 persen menjadi 1.086, energi 0,40 persen ke level 3.810, keuangan 0,42 persen ke level 1.361 dan sektor infrastruktur 0,32 persen menjadi 2.072.
Mengulas perkembangan pasar saham global tercatat masih dibayangi ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Wall Street pada perdagangan terakhir ditutup variatif, sementara keputusan The Fed dalam waktu dekat diperkirakan akan memberi dampak besar terhadap arah pasar dunia.
Di sisi domestik, IHSG pada Senin (27/04) ditutup melemah 0,32 persen ke level 7.106,52 dengan net sell asing mencapai Rp2,01 triliun. David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas ( IPOT ), menegaskan bahwa ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang menekan sentimen investor.
"Di kawasan Asia pergerakan indeksnya ada yang positif ada yang negatif, harapannya IHSG bisa bergerak positif hari ini," ujarnya dalam Market Update via Live IG.
Selain itu, harga nikel domestik mencatat kenaikan signifikan mendekati level tertinggi tahun 2024. Rencana pemerintah memangkas RKAB 2026 berpotensi mengurangi suplai, sehingga harga nikel dunia melonjak. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu faktor penting dalam pergerakan harga nikel global.
Rekomendasi Saham Hari Ini (Technical Picks - IPOT ):
- Buy, Entry: 1.810 Target: 1.955 Stop loss: 1.735
- Buy, Entry: 4.120 Target: 4.400 Stop loss: 3.990
- Buy on pullback, Entry: 2.510 Target: 2.650 Stop loss: 2.450.(Marjudin/AI)
Sumber : Admin