- IHSG mencetak rekor baru di 8.944, namun mulai muncul tekanan jual dengan risiko koreksi jangka pendek.
- Secara teknikal peluang naik masih terbuka, meski IHSG berada di fase akhir penguatan dan rawan overbought.
- Rekomendasi saham: , , , (MNC Sekuritas) serta , , (BRI Danareksa).
Ipotnews - Pada perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) kembali mencetak rekor tertinggi, dengan penguatan tipis 0,13 persen ke level 8.944. Meski demikian, tekanan jual mulai terlihat sehingga potensi koreksi ke area 8.777-8.879 perlu diantisipasi.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan tengah berada pada bagian wave (v) dari wave [iii] dengan peluang penguatan menuju 8.994-9.077.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai momentum penguatan masih terbuka namun tetap berhati-hati terhadap potensi koreksi. " IHSG saat ini berada di fase akhir wave [iii], sehingga peluang penguatan masih ada, tetapi investor perlu waspada terhadap koreksi jangka pendek," ujar Herditya, dalam riset hariannya, Kamis (8/1).
Sementara itu, PT BRI Danareksa Sekuritas mencatat net foreign buy sebesar Rp229 miliar di pasar reguler. Penguatan IHSG didorong sektor basic industry, khususnya saham nikel dan emas, seiring tren kenaikan harga komoditas global.
Technical Analyst BRI Danareksa, Reza Diofanda, menekankan pentingnya mengantisipasi kondisi overbought. "Momentum IHSG masih positif, namun risiko taking profit tetap harus diperhatikan, terutama menjelang pengujian resistance di 8.960-8.970," jelasnya.
Pada perdagangan hari ini, BRI Danareksa menyodorkan tiga saham yang bisa dicermati pelaku pasar, yakni , dan .
Sementara, MNC Sekuritas merekomendasikan enam saham yang bisa dimainkan hari ini, , , dan . (Marjudin/AI)
Sumber : Admin