- IHSG dibuka melemah ke level 7.338, lalu terkoreksi hingga 7.311 dengan seluruh sektor tertekan.
- Lonjakan harga minyak dunia +9,72% ke USD95,73/barel akibat penutupan Selat Hormuz memicu kekhawatiran inflasi
- Pemerintah klaim APBN tetap solid, sementara analis Indo Premier sarankan pembelian bertahap dengan disiplin trading plan; saham rekomendasi: , , .
Ipotnews - Di akhir pekan ini, Jumat (13/3), IHSG dibuka melemah pada level 7.338 atau naik turun 51 poin dari sesi penutupan kemarin yang terkoreksi di level 7.389 (-0,69 persen).
Sesaat kemudian pada pukul 09.05 WIB indeks semakin tertekan dengan melemah sebesar 0,68 persen atau 50 poin ke level 7.311. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.350 dan terendah 7.299 yang terkurung di zona merah.
Terdapat 145 emiten yang bergerak menguat, 386 emiten melemah dan 427 emiten stabil. Frekuensi transaksi mencapai 113,4 ribu kali dengan nilai Rp785,9 miliar serta market kapital perdagangan mencapai Rp13,04 triliun.
Seluruh sektor tercatat melemah dengan rincian sebagai berikut, sektor transportasi terkoreksi -1,07 persen ke level 1.811, bahan baku -1,27 persen menjadi 2.073, konsumer primer -1,18 persen menjadi 984, kesehatan -0,34 persen menjadi 1.815.
Kemudian sektor industri -0,91 persen ke level 1.801, konsumer non primer -0,73 persen menjadi 707, infrastruktur -1,07 persen ke level 1.928.
Lalu sektor properti -0,38 persen menjadi 941, energi -0,98 persen menjadi 3.740, teknologi -1,07 persen menjadi 7.784 dan keuangan -0,42 persen ke level 1.389.
Analis Ekuitas PT Indo Premier Sekuritas Indo Premier Sekuritas, Hari Rachmansyah memperkirakan hari ini, IHSG cenderung masih akan bergerak melemah seiring masih tingginya ketidakpastian global. Ia menilai sentimen pasar masih dibayangi dinamika geopolitik dan lonjakan harga komoditas energi.
Bahkan dari Bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street semalam ditutup melemah. Penurunan tersebut dipicu kenaikan signifikan harga minyak dunia setelah pemimpin baru Iran menutup Selat Hormuz sehingga memicu kekhawatiran pasokan.
Lonjakan harga crude oil mencapai 9,72 persen ke level USD95,73 per barel. Komoditas batubara juga tidak luput dari penguatan, naik 2,90 persen ke posisi USD134,9 per ton.
"Ketika harga minyak naik, hal itu berpotensi memicu kenaikan harga barang-barang dan kemudian mendorong inflasi, sehingga peluang penurunan suku bunga oleh The Fed menjadi semakin kecil," ujar Hari Rachmansyah dalam Morning Update via Live IG.
Dari dalam negeri, meski tensi geopolitik global meningkat, pemerintah menyampaikan bahwa APBN tetap solid. Indonesia dinilai masih memiliki bantalan fiskal yang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian kawasan Timur Tengah.
Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, Indo Premier Sekuritas menyarankan investor melakukan pembelian bertahap sambil disiplin menerapkan trading plan. Beberapa saham pilihan yang direkomendasikan adalah:
1.
Entry: 755
Target Price: 810
Stop Loss: 720
Aksi: Buy
2.
Entry: 725
Target Price: 825
Stop Loss: 700
Aksi: Buy
3.
Entry: 745
Target Price: 790
Stop Loss: 720
Aksi: Buy.
(Marjudin/AI)
Sumber : admin