AI News - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) tercatat melemah 0,36% atau 22,494 poin menjadi 6.173,935 pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia Senin 27 Juli 2026, menandai tekanan jual yang masih menguasai pasar meski sempat berada di zona hijau pada awal sesi.
Poin Penting
- IHSG turun 0,36% ke 6.173,935 pada sesi I 27 Juli 2026.
- Volume perdagangan mencapai 17,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,09 triliun.
- Saham infrastruktur pelat merah jatuh hingga 3,85%, menurunkan indeks sektoral 1,42%.
- Saham bank utama masing-masing turun 0,40%-0,57%, menambah tekanan jual.
- Bank Mandiri menjadi saham paling banyak diperdagangkan dengan nilai Rp626,99 miliar.
Mengapa IHSG Turun pada Sesi I Hari Ini?
Penurunan IHSG terutama disebabkan oleh tekanan jual yang terus menguat setelah indeks sempat mencapai level tertinggi 6.219,418 pada awal sesi. Katadata mencatat bahwa penurunan terjadi di tengah lingkungan pasar yang didominasi oleh saham-saham merah, terutama sektor infrastruktur pelat merah dan perbankan. Stockwatch menambahkan bahwa meskipun IHSG dibuka di level 6.185,799, indeks dengan cepat berbalik ke zona merah setelah melewati ambang teknikal. Kombinasi koreksi teknikal dan aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi tinggi menambah volatilitas, sehingga investor mengalami penurunan nilai portofolio secara keseluruhan.
Bagaimana Penurunan Saham Infrastruktur Pelat Merah Mempengaruhi IHSG ?
Saham-saham infrastruktur pelat merah mengalami penurunan signifikan, yang berkontribusi pada penurunan sektoral sebesar 1,42% dan memperberat tekanan pada indeks utama. Katadata melaporkan bahwa PT Telkom Indonesia turun 1,9% ke Rp2.580, PT Adhi Karya melemah 1,23% ke Rp160, dan PT PP Tbk ambruk 3,85% ke Rp200, sementara dan masing-masing turun 1,44% dan 2,25%. Penurunan tajam pada lima perusahaan tersebut, yang masing-masing memiliki bobot penting dalam indeks, memperburuk sentimen pasar dan memperlemah IHSG secara keseluruhan pada sesi pertama.
Apa Gambaran Aktivitas Perdagangan pada Sesi I?
Aktivitas perdagangan pada sesi I menunjukkan likuiditas tinggi meski indeks berada di zona merah. Stockwatch mencatat bahwa volume mencapai 17,307 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,097 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1.159.230 kali. Kapitalisasi pasar pada akhir sesi tercatat Rp10,852 triliun, menandakan pasar tetap besar meski ada penurunan harga. Katadata menyoroti bahwa saham menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp626,99 miliar, diikuti oleh dan masing-masing sebesar Rp420,44 miliar dan Rp390,37 miliar, menegaskan konsentrasi perdagangan pada saham perbankan dan sumber daya alam.
Sumber : AI News