AI News - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) pada penutupan Kamis 24 September 2026 pada sesi perdagangan turun 1,20% menjadi 6.298,61 poin setelah investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp1,49 triliun, menekan pasar secara luas yang menggoyang sentimen pasar domestik ekonomi secara signifikan.
Poin Penting
- IHSG turun 1,20% ke angka 6.298,61 poin.
- Penjualan bersih asing mencapai Rp1,49 triliun (Rp1,42 triliun di pasar reguler dan Rp71,85 miliar di pasar negosiasi).
- Volume transaksi berada di antara 29,03-29,31 miliar saham dengan nilai sekitar Rp10,8-11,2 triliun.
- Sektor Barang Baku tercatat penurunan paling tajam sebesar 2,17%.
- menjadi saham dengan net sell terbesar, sebesar Rp531,94 miliar.
Mengapa Penjualan Bersih Asing Besar Menekan IHSG secara Signifikan?
Menurut laporan CNBC Indonesia, penjualan bersih asing sebesar Rp1,49 triliun menjadi faktor utama penurunan IHSG 1,20% pada 24 September 2026. Investor asing menjual saham secara masif di pasar reguler (Rp1,42 triliun) dan di pasar negosiasi serta tunai (Rp71,85 miliar), sehingga meningkatkan tekanan jual dan mengurangi likuiditas. Data dari Kontan menunjukkan bahwa selama sesi 462 saham melemah dibandingkan hanya 188 yang menguat, dan nilai transaksi mencapai sekitar Rp11,23 triliun atau Rp10,82 triliun menurut sumber lain, menandakan aliran keluar modal signifikan. Dampak penjualan besar ini mengindikasikan sentimen negatif luar negeri terhadap ekuitas Indonesia, memperlemah dukungan harga dan menambah volatilitas pasar. Oleh karena itu, pergerakan IHSG dipengaruhi signifikan oleh aliran keluar kapital asing.
Apa Dampak Penurunan IHSG Terhadap Sektor-Sektor Utama di Bursa?
Berdasarkan data BEI yang dilaporkan Kontan, penurunan IHSG memberatkan hampir semua sektor, dengan sektor Barang Baku mengalami koreksi paling dalam. Penurunan ini dipicu oleh penjualan luas pada saham-saham komoditas, sehingga indeks sektoral menutup lebih rendah. Sektor Barang Baku turun 2,17%, diikuti sektor Perindustrian 2,09%, Properti dan Real Estate 1,66%, serta Keuangan 1,32%, sementara sektor Teknologi melemah 1,40%, menurut Kontan. Penurunan lintas sektoral menandakan tekanan permintaan yang luas, membuat investor cenderung mengalihkan dana ke aset lebih defensif atau likuid. Volume perdagangan tinggi mencerminkan aktivitas intens meski sentimen bearish, menegaskan pentingnya pemantauan sektor bagi strategi alokasi aset.
Saham Mana yang Menjadi Target Penjualan Terbesar Asing dan Apa Implikasinya Bagi Investor?
Menurut Stockbit yang dikutip CNBC Indonesia, sepuluh saham dengan penjualan bersih terbesar mencakup perusahaan perbankan, telekomunikasi, dan tambang, di antaranya dengan Rp531,94 miliar. Penjualan besar pada saham blue-chip ini menurunkan bobot mereka dalam indeks, memperlemah harga secara keseluruhan. Kontan mencatat bahwa terjual Rp133,24 miliar, Rp84,61 miliar, Rp51,65 miliar, Rp39,70 miliar, serta dan masing-masing Rp32,60 miliar dan Rp32,03 miliar. Bagi investor, eksposur signifikan pada saham-saham ini mengundang risiko penurunan nilai portofolio bila tekanan asing berlanjut, sehingga pemantauan aliran jual pada saham-saham ini dapat menjadi sinyal perubahan sentimen pasar. Mengingat peran penting saham-saham ini dalam komposisi IHSG , pergerakan selanjutnya dapat menentukan arah pasar jangka pendek.
Sumber : AI News