IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Kepercayaan Pasar Mulai Pulih
Friday, June 12, 2026       13:21 WIB
  • Indeks naik 2,68% ke level 6.043, didorong oleh akumulasi beli masif pada saham BUMN , terutama sektor pertambangan (+7%), perbankan Himbara, dan Telkom.
  • Nilai tukar rupiah bergerak ke Rp17.910 per dolar AS, mencerminkan pulihnya kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
  • Kenaikan suku bunga acuan BI ke 5,50% serta konsolidasi fiskal-moneter yang dipimpin DPR memperkuat optimisme investor, dengan BUMN menjadi motor utama pemulihan.

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) berhasil mencatatkan kebangkitan signifikan pada perdagangan hari Jumat (12/6) dengan melesat kembali menembus level psikologis 6.000an. Di penutupan sesi I, IHSG naik 2,68 persen ke level 6.043.
Kebangkitan pasar modal ini berjalan beriringan dengan nilai tukar rupiah yang juga menguat ke level Rp 17.910 per dolar AS.
Penguatan indeks ini secara dominan ditopang oleh kinerja positif saham-saham Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ), khususnya sektor pertambangan yang melesat hingga di kisaran 7 persen, sektor perbankan pelat merah (Himbara), dan Telkom.
Sejak awal sesi perdagangan, saham-saham BUMN mencatatkan volume akumulasi beli yang masif dari investor domestik maupun asing.
Menanggapi momentum positif ini, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya kepercayaan pasar.
"Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujar Dony Oskaria di Jakarta, Jumat (12/6).
Dony menegaskan, dominasi saham BUMN dalam mendorong laju IHSG adalah refleksi nyata dari kualitas fundamental bisnis yang sehat berkat transformasi berkelanjutan. Momentum positif ini menandakan bahwa kebijakan yang sedang dijalankan berada di jalur yang tepat untuk mendorong iklim investasi yang stabil.
"Bagi masyarakat luas, stabilitas ini memastikan biaya kebutuhan pokok terkendali, dan aliran investasi akan bermuara pada penciptaan lapangan kerja baru yang lebih luas. Hilangkan keraguan, mari bersama-sama kita jaga optimisme," ungkap Dony.
Kebangkitan IHSG dan Rupiah hari ini tidak lepas dari sinergi langkah cepat dan strategis pemerintah bersama otoritas terkait. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah taktis dengan menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen sebuah keputusan krusial yang langsung memulihkan kepercayaan pasar.
Ia menambahkan bahwa langkah ini diperkuat dengan konsolidasi yang diinisiasi Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam sepekan terakhir, Dasco menggelar rangkaian pertemuan intensif untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter.
"Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen untuk terus mengawal performa seluruh portofolio perusahaan negara dalam menghadapi dinamika ekonomi global" katanya.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin