- Kompas100 ditutup relatif flat di level 876, bergerak dalam rentang 870-879, dengan menjadi top gainer terbesar 11,03% ke Rp3.120, sedangkan menjadi top loser terdalam 3,55% ke Rp815.
- menjadi saham Kompas100 paling aktif dengan frekuensi 91 ribu kali dan volume 4 miliar saham, sekaligus menguat 5,33% ke Rp158.
- mencatat nilai transaksi terbesar sekitar Rp1 triliun, meski sahamnya terkoreksi 2,25% ke Rp6.525.
Ipotnews - Indeks Kompas100 mengakhiri perdagangan Rabu (9/9) di level 876, tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya.
Berdasarkan data IDX, indeks bergerak pada rentang 870-879. Dari lima saham konstituen indeks yang mencatat kenaikan signifikan, PT Indika Energy Tbk () menjadi saham dengan penguatan terbesar yang terlihat pada data, yakni 11,03%.
Top Gainers :
- PT Indika Energy Tbk (): naik 11,03% ke Rp3.120, frekuensi 22 ribu kali, volume 101 juta saham, nilai transaksi Rp310 miliar;
- PT Impack Pratama Industri Tbk (): naik 9,51% ke Rp1.785, frekuensi 14 ribu kali, volume 60 juta saham, nilai transaksi Rp104 miliar;
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (): naik 5,96% ke Rp12.450, frekuensi 14 ribu kali, volume 22 juta saham, nilai transaksi Rp266 miliar;
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (): naik 5,33% ke Rp158, frekuensi 91 ribu kali, volume 4 miliar saham, nilai transaksi Rp646 miliar;
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (): naik 5,14% ke Rp4.910, frekuensi 33 ribu kali, volume 123 juta saham, nilai transaksi Rp590 miliar.
Di sisi lain, ada lima saham konstituen mengalami tekanan terbesar. PT Indokripto Koin Semesta Tbk () menjadi saham dengan penurunan terdalam pada data yang ditampilkan, yakni 3,55%.
Top Losers :
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (): turun 3,55% ke Rp815, frekuensi 9.989 kali, volume 70 juta saham, nilai transaksi Rp57 miliar;
- PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (): turun 3,23% ke Rp4.500, frekuensi 3.008 kali, volume 2 juta saham, nilai transaksi Rp10 miliar;
- PT Kalbe Farma Tbk (): turun 2,56% ke Rp760, frekuensi 9.782 kali, volume 117 juta saham, nilai transaksi Rp90 miliar;
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (): turun 2,51% ke Rp1.360, frekuensi 2.438 kali, volume 6 juta saham, nilai transaksi Rp8 miliar;
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (): turun 2,45% ke Rp199, frekuensi 10 ribu kali, volume 209 juta saham, nilai transaksi Rp43 miliar.
Data kemarin menunjukkan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk () menjadi yang paling aktif dari sisi frekuensi sekaligus mencatat volume perdagangan terbesar. Sementara dari sisi nilai transaksi, posisi teratas ditempati PT Bank Central Asia Tbk ().
Berikut tiga emiten teratas indeks berdasarkan masing-masing indikator:
Top Frekuensi :
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk () -- naik 5,33% ke Rp158, dengan frekuensi 91 ribu kali, volume 4 miliar saham, dan nilai transaksi Rp646 miliar;
- PT Bumi Resources Tbk () -- turun 1,77% ke Rp222, dengan frekuensi 39 ribu kali, volume 2 miliar saham, dan nilai transaksi Rp358 miliar;
- PT Aneka Tambang Tbk () -- menguat 3,90% ke Rp3.200, dengan frekuensi 36 ribu kali, volume 206 juta saham, dan nilai transaksi Rp651 miliar.
Top Volume :
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk () -- naik 5,33% ke Rp158, dengan volume 4 miliar saham, frekuensi 91 ribu kali, dan nilai transaksi Rp646 miliar;
- PT Bumi Resources Tbk () -- turun 1,77% ke Rp222, dengan volume 2 miliar saham, frekuensi 39 ribu kali, dan nilai transaksi Rp358 miliar;
- PT Bakrie & Brothers Tbk () -- melemah 1,01% ke Rp98, dengan volume 724 juta saham, frekuensi 15 ribu kali, dan nilai transaksi Rp72 miliar.
Top Value :
- PT Bank Central Asia Tbk () -- turun 2,25% ke Rp6.525, dengan nilai transaksi Rp1 triliun, volume 193 juta saham, dan frekuensi 33 ribu kali;
- PT Aneka Tambang Tbk () -- menguat 3,90% ke Rp3.200, dengan nilai transaksi Rp651 miliar, volume 206 juta saham, dan frekuensi 36 ribu kali;
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk () -- naik 5,33% ke Rp158, dengan nilai transaksi Rp646 miliar, volume 4 miliar saham, dan frekuensi 91 ribu kali.
Dari ketiga indikator tersebut, menjadi saham paling menonjol dengan menempati posisi pertama Top Frekuensi dan Top Volume, sekaligus berada di posisi ketiga Top Value. Saham juga ditutup menguat 5,33% ke Rp158.
Sementara itu, menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar di antara data yang ditampilkan, mencapai sekitar Rp1 triliun, meskipun harga sahamnya terkoreksi 2,25% pada penutupan perdagangan Rabu.(Adhitya/AI)
Sumber : Admin