IPCM Jaga Ketahanan Kinerja di Tengah Pelemahan Rupiah dan Kenaikan BBM
Tuesday, June 09, 2026       11:29 WIB
  • merespons pelemahan Rupiah dan kenaikan BBM dengan efisiensi energi dan pengelolaan biaya.
  • Strategi berkelanjutan mencakup pemanfaatan energi alternatif, penambahan armada, dan ekspansi layanan TERSUS/TUKS.
  • Kuartal I 2026 mencatat pertumbuhan EBITDA 1,12% YoY dan laba bersih 3,03% YoY, didukung peningkatan arus petikemas dan penumpang.

Ipotnews - PT Jasa Armada Indonesia Tbk () menegaskan komitmennya menjaga kinerja berkelanjutan meski menghadapi tekanan eksternal berupa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM).
Dalam Public Expose Live 2026 yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/6) manajemen menyampaikan strategi penguatan fundamental dan efisiensi operasional untuk memastikan keberlanjutan bisnis.
Direktur Utama , Shanti Puruhita menekankan bahwa perseroan tetap fokus memperkuat daya tahan di tengah dinamika global yang berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah hingga fluktuasi harga minyak mentah dunia.
"Di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung pada kuartal I 2026, termasuk adanya fluktuasi harga bahan bakar dan nilai tukar rupiah yang dinamis, tetap berkomitmen menjaga kinerja dan memperkuat fundamental perusahaan," kata Shanti dalam keterangannya.
Langkah penguatan fundamental perseroan tersebut ditunjukkan melalui pemanfaatan energi alternatif selain BBM seperti shore connection, harbour generator, solar panel, dan teknologi hybrid untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.
Selain itu, perseroan memperkuat kapasitas operasional melalui penambahan armada secara selektif, serta ekspansi layanan di Terminal Khusus (TERSUS) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri ( TUKS ) dengan menggandeng mitra strategis.
Di saat yang sama, perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan dan memastikan standar keselamatan operasional tetap terjaga. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemeliharaan tingkat pelayanan (Level of Service) yang optimal serta penerapan budaya keselamatan kerja yang konsisten guna mempertahankan pencapaian zero fatality di seluruh wilayah operasional perseroan.
"Upaya tersebut kami lakukan selain melalui pengembangan strategi bisnis juga optimalisasi pola operasional, peningkatan efisiensi energi, serta pengelolaan biaya yang efektif, sehingga Perseroan dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Dari sisi capaian, berhasil mencatat pertumbuhan positif pada kuartal I 2026. EBITDA naik 1,12 persen YoY, sementara laba bersih tumbuh 3,03 persen YoY. Kinerja ini didukung peningkatan arus petikemas sebesar 2 persen YoY menjadi 4,76 juta TEUs, serta lonjakan arus penumpang 13 persen YoY mencapai 5,6 juta orang yang dikelola Pelindo Group.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin