IPCM Raup Pendapatan Rp729,68 Miliar di Semester I 2026
Thursday, July 30, 2026       17:31 WIB
  • membukukan pendapatan Rp729,68 miliar, naik 2,20% YoY, dengan total aset meningkat 2,32% menjadi Rp1,75 triliun.
  • Jasa pelayanan kapal menyumbang Rp704,27 miliar (96,52% total), didukung pertumbuhan jasa penundaan, Pelabuhan Umum, dan TUKS .
  • Total aset per Juni 2026 naik 2,32 persen menjadi Rp1,75 triliun, sementara aset lancar tumbuh 4,79 persen menjadi Rp1,06 triliun.

Ipotnews - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (), bagian dari Pelindo Group yang bergerak di jasa pemanduan dan penundaan kapal, mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp729,68 miliar pada Semester I 2026. Angka ini tumbuh 2,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp714 miliar.
Direktur Utama , Shanti Puruhita menjelaskan bahwa pencapaian ini menunjukkan resiliensi bisnis perseroan di tengah tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada biaya operasional kapal.
"Kenaikan harga energi global memberikan tekanan terhadap biaya operasional industri pelayaran. Namun demikian, tetap mampu menjaga pertumbuhan pendapatan melalui peningkatan efektivitas operasional, optimalisasi utilisasi armada, serta penguatan sinergi dengan Pelindo Group," ujar Shanti dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Kontributor utama pendapatan masih berasal dari jasa pelayanan kapal yang mencapai Rp704,27 miliar atau 96,52 persen dari total pendapatan. Segmen jasa penundaan mencatat kenaikan 3,94 persen YoY menjadi Rp664,42 miliar.
Pertumbuhan juga terlihat pada jasa pelayanan kapal di Pelabuhan Umum yang naik 6,54 persen YoY menjadi Rp326,53 miliar, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri ( TUKS ) tumbuh 11,42 persen YoY menjadi Rp139,90 miliar, serta jasa pengangkutan dan layanan lainnya meningkat 7,89 persen YoY menjadi Rp25,42 miliar.
Selain itu, melihat prospek positif dari Terminal Khusus (Tersus) seiring rencana kunjungan reguler kapal asing berukuran Handymax hingga Panamax di Pelabuhan Patimban. Perkembangan ini diharapkan membuka peluang peningkatan permintaan atas layanan pemanduan dan penundaan kapal, kompetensi utama .
Dari sisi fundamental, total aset per Juni 2026 naik 2,32 persen menjadi Rp1,75 triliun, sementara aset lancar tumbuh 4,79 persen menjadi Rp1,06 triliun.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin