Indeks IDXFINANCE Anjlok Paling Dalam, BBCA dan BBRI Jadi Pemberat
Tuesday, September 15, 2026       13:06 WIB
  • IDXFINANCE anjlok 1,16 persen, terdalam dari 11 sektor, dengan turun 0,77 persen dan 2,06 persen.
  • Mayoritas sektor melemah, sementara itu IHSG menurun 0,76 persen ke level 6.484.
  • IDXCYCLIC menguat 1 persen menjadi sektor terbaik, sedangkan IDXINFRA naik tipis 0,03 persen.

Ipotnews - Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) menjadi indeks sektoral dengan penurunan terdalam pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (15/9) Sesi I, yakni anjlok 1,16 persen. Pelemahan indeks sektor keuangan turut tercermin dari penurunan saham dan di saat Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) menurun 0,76 persen ke level 6.484.
Berdasarkan data di aplikasi IPOT , IDXFINANCE tercatat melorot 1,16 persen. sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di sektor ini senilai Rp787 triliun, harga sahamnya menurun 0,77 persen ke 6.450. Sementara itu, dengan market cap terbesar kedua di sektor keuangan senilai Rp499 triliun, harga sahamnya merosot 2,06 persen ke 3.330. Adapun saham yang mengalami koreksi terdalam adalah (-5,5%) dan (-4,8%).
Setelah IDXFINANCE, indeks sektor industri (IDXINDUST) mencatat penurunan sebesar 1 persen. sebagai emiten dengan market cap terbesar di sektor ini senilai Rp199 triliun, harga sahamnya melemah 1 persen ke 4.930. dengan market cap terbesar kedua di IDXINDUST senilai Rp98,1 triliun, mengalami penurunan harga saham 0,38 persen ke 26.300. Dua saham yang mencatatkan pelemahan terbesar yakni, (-8,1%) dan (-4,1%).
Berikutnya, indeks sektor energi (IDXENERGY) melemah 0,64 persen, dengan penurunan paling dalam terjadi pada saham (-14,4%) dan (-5,9%). Kemudian, indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) terperosok 0,43 persen, dengan pelemahan terbesar terjadi pada saham (-3,2%) dan (-2,2%).
Selanjutnya adalah indeks sektor barang baku (IDXBASIC) mengalami penurunan 0,41 persen, dengan koreksi paling dalam terjadi pada saham (-5,5%) dan (-4,7%). Indeks sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 0,24 persen, dengan penurunan paling tajam terjadi pada yang mengalami ARB (-10%) dan (-7,7%).
Indeks sektor properti dan real estat (IDXPROPERT) melemah 0,21 persen, dengan penurunan terdalam terjadi pada saham (-6%) dan (-4,5%). Indeks sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) terkoreksi 0,16 persen, dengan pelemahan terbesar pada yang mengalami ARB (-14,9%) dan (-4,5%). Kemudian, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menurun tipis 0,02 persen, dengan penurunan terdalam pada saham (-3,7%) dan (-3,2%).
Berbeda dengan mayoritas indeks sektoral lainnya, indeks sektor infrastruktur (IDXINFRA) berhasil menguat tipis 0,03 persen. Penguatan ini menjadikan indeks sektor infrastruktur sebagai indeks sektoral dengan kinerja positif kedua terbaik pada perdagangan Sesi I. Kenaikan harga saham paling tajam terjadi pada (+5,8%) dan (+5,2%).
Posisi teratas ditempati indeks sektor barang konsumen non-primer (IDXCYCLIC), yang menguat 1 persen sekaligus menjadi indeks sektoral dengan kinerja terbaik di antara 11 indeks sektoral. Penguatan IDXCYCLIC ditopang antara lain oleh saham dan .
sebagai emiten dengan market cap terbesar di indeks sektor barang konsumen non-primer senilai Rp33,9 triliun, harga sahamnya menguat 1,31 persen ke level 775. Sementara itu, yang memiliki market cap Rp23,4 triliun mencatat lonjakan harga saham sebesar 6,79 persen ke level 1.415. Adapun dua saham di sektor ini mengalami peningkatan harga tertinggi adalah yang mencatatkan ARA (+9,9%) dan juga mengalami ARA (+9,4%).
(Budi/AI)

Sumber : admin