Inflasi AS Jinakkan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed, Bursa Eropa Menghijau
Wednesday, July 15, 2026       03:30 WIB
  • STOXX 600 naik 0,17% usai inflasi AS melambat.
  • Saham bahan baku dan energi menguat.
  • BP naik, Ericsson dan Evotec anjlok.

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir di zona hijau, Selasa, setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan meredakan spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Meski demikian, kenaikan pasar masih terbatas akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang mendorong harga minyak tetap tinggi.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,17% atau 1,09 poin menjadi 642,1, berhasil memangkas seluruh kerugian setelah sebelumnya sempat merosot hingga 0,9% pada awal sesi, demikian laporan  Reuters  dan   CNBC ,  di Bengaluru, Selasa (14/7) atau Rabu (15/7) dini hari WIB.
Penguatan indeks terutama ditopang oleh sektor bahan baku (basic materials) yang melonjak 2,4%. Kenaikan ini didorong reli harga logam setelah dolar AS melemah menyusul rilis data yang menunjukkan inflasi konsumen Amerika sepanjang Juni melambat lebih besar dari perkiraan, seiring turunnya harga energi.
Bursa regional utama juga semringah. Indeks DAX Jerman meningkat 0,13% atau 32,78 poin jadi 25.147,03, FTSE 100 Inggris menguat 0,30% atau 31,10 poin ke posisi 10.529,39 dan CAC Prancis bertambah 0,03% atau 2,20 poin menjadi 8.366,85.
Ekonom Commerzbank menilai data inflasi Juni memberikan gambaran yang cukup positif terhadap prospek inflasi di AS. Meski mengingatkan agar pasar tidak terlalu menyimpulkan hanya dari satu laporan, mereka menilai data tersebut memperkuat pandangan bahwa inflasi kemungkinan telah mencapai puncaknya.
Data tersebut langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter the Fed. Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee ( FOMC ) 28-29 Juli hanya sekitar 10%, turun tajam dari sekitar 35% sebelum data inflasi diumumkan. Kendati demikian, kemungkinan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir tahun masih tetap diperhitungkan oleh pasar.
Sementara itu, di kawasan Eropa, pelaku pasar masih memperkirakan Bank Sentral Eropa (ECB) berpotensi mulai menaikkan suku bunga pada September karena tekanan inflasi dinilai masih bertahan, berdasarkan data yang dihimpun LSEG .
Di sisi lain, perkembangan geopolitik kembali menjadi perhatian investor. Harga minyak bergerak lebih tinggi setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran, sementara serangan baru antara Washington dan Teheran meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mendorong saham-saham sektor minyak dan gas Eropa melompat 1,3%, sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah. Sebaliknya, sektor perjalanan dan rekreasi melemah 1,3% karena tingginya harga energi berpotensi meningkatkan biaya operasional.
Meningkatnya tensi geopolitik dinilai menjadi tantangan baru bagi perusahaan maupun investor dalam menilai prospek ekonomi dan kinerja korporasi hingga akhir tahun, hanya beberapa pekan setelah tercapainya kesepakatan di Timur Tengah yang sebelumnya sempat meredakan konflik di kawasan tersebut.
Di tingkat emiten, raksasa energi BP memperkirakan laba kuartal II akan terdongkrak oleh kenaikan harga minyak dan gas, kuatnya aktivitas perdagangan minyak, serta meningkatnya margin pengilangan. Optimisme tersebut mendorong saham BP melambung 2,3%.
Sebaliknya, sektor teknologi menghadapi tekanan. Saham SAP melorot 2,8%, sementara Capgemini kehilangan 1,6%, mengikuti pelemahan sektor perangkat lunak global setelah IBM memperingatkan bahwa lonjakan investasi kecerdasan buatan (AI) mulai menekan anggaran belanja perangkat lunak perusahaan.
Saham Ericsson anjlok 12,6% setelah produsen peralatan telekomunikasi asal Swedia itu melaporkan penjualan kuartalan yang sedikit di bawah ekspektasi analis serta memperingatkan kenaikan biaya komponen.
Musim laporan keuangan di Amerika Serikat juga mulai memasuki fase sibuk, dipimpin kinerja positif sejumlah bank besar pada kuartal II. Sentimen tersebut turut mengangkat saham perbankan Eropa yang ditutup naik 0,8%, sementara sektor jasa keuangan menguat 1,2%.
Investor kini juga bersiap menyambut musim laporan keuangan di Eropa yang akan semakin ramai dalam beberapa hari mendatang. Salah satu yang paling dinantikan adalah laporan keuangan ASML pada pekan ini, yang diperkirakan memberikan petunjuk mengenai prospek permintaan semikonduktor berbasis kecerdasan buatan.
Di luar itu, saham perusahaan riset obat Evotec ambles 24,1% setelah memangkas proyeksi kinerja untuk 2026. Sebaliknya, produsen peralatan elektronik Mycronic melejit 15,3% setelah menaikkan proyeksi kinerja sepanjang tahun berkat kuatnya permintaan yang didorong oleh perkembangan teknologi AI. (Reuters/CNBC/AI)

Sumber : Admin