Investor Asing Catat Net Buy Rp 362,65 Miliar di Sesi I BEI, BBRI Paling Diburu
Friday, August 21, 2026       22:41 WIB

AI News - Investor asing melakukan pembelian bersih senilai Rp 362,65 miliar pada sesi pertama perdagangan BEI tanggal 21 Agustus 2026, dengan saham Bank Rakyat Indonesia menjadi yang paling banyak diakuisisi, masing-masing Rp 379,24 miliar, sebagai refleksi kepercayaan pada sektor perbankan dalam konteks pasar domestik.

Poin Penting

  • Net buy asing pada sesi I: Rp 362,65 miliar (beli Rp 2,39 triliun, jual Rp 2,03 triliun).
  • Saham tercatat net buy tertinggi: Rp 379,24 miliar.
  • IHSG ditutup pada 6.535,58 poin, naik 0,52 %.
  • Volume perdagangan: 26,65 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 8,965 triliun.
  • Frekuensi perdagangan tercatat 1,347,879 kali.

Mengapa Investor Asing Memusatkan Pembelian pada Saham Perbankan, Khususnya ?


Menurut Katadata, investor asing mengarahkan dana sebesar Rp 379,24 miliar ke saham karena bank tersebut menawarkan likuiditas tinggi dan fundamental yang kuat, menjadikannya pilihan utama di antara sekuritas perbankan. Fokus serupa terlihat pada dengan net buy Rp 99,35 miliar dan BNI dengan Rp 86,28 miliar, menandakan preferensi terhadap institusi keuangan yang stabil pada periode volatilitas pasar. Data tersebut mencerminkan keyakinan bahwa sektor perbankan dapat memberikan return yang lebih dapat diprediksi dibandingkan sektor lain yang tengah berfluktuasi. Bagi investor institusional, alokasi ke juga berarti eksposur terhadap basis kredit yang luas dan prospek pendapatan bunga yang menguat, yang pada akhirnya memperkuat permintaan terhadap saham tersebut.

Apa Implikasi Net Buy Rp 362,65 Miliar bagi Pergerakan IHSG pada Sesi Pertama?


Kompas melaporkan bahwa net buy asing sebesar Rp 362,65 miliar berkontribusi pada penguatan IHSG yang berhasil menembus level 6.535 poin, naik 0,52 % pada penutupan sesi pertama. Kenaikan ini terwujud karena aliran dana masuk menambah permintaan pada saham-saham likuid, terutama di sektor perbankan, sehingga menekan tekanan jual. Peningkatan indeks tersebut juga didukung oleh volume transaksi yang mencapai 26,65 miliar saham, menandakan partisipasi pasar yang luas. Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 11,498 triliun, peningkatan ini menegaskan bahwa arus beli asing masih menjadi pendorong utama sentimen positif di BEI, meskipun pasar regional lain menunjukkan performa beragam.

Bagaimana Volume dan Nilai Transaksi Hari ini Berbanding dengan Aktivitas Pasar Sebelumnya?


Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 8,965 triliun dengan frekuensi perdagangan 1,347,879 kali pada sesi pertama Jumat 21 Agustus 2026. Menurut Katadata, angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata mingguan sebelumnya, yang biasanya berkisar antara Rp 8,5-8,7 triliun. Peningkatan frekuensi perdagangan menandakan intensitas aktivitas yang lebih tinggi, sejalan dengan arus beli bersih asing. Volume 26,65 miliar saham juga berada di atas level standar harian sekitar 24-25 miliar, menandakan partisipasi investor domestik yang aktif menanggapi peluang yang tercipta dari aliran dana asing. Kombinasi nilai transaksi yang besar dan frekuensi tinggi mengindikasikan likuiditas pasar yang kuat pada hari tersebut.

 Disclaimer: This article was produced automatically by Artificial Intelligence (AI) through the compilation and synthesis of information from multiple news sources. It is not independent reporting and does not constitute investment advice. 


Sumber : AI News